Sebuah jembatan gantung di Desa Benteng, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar putus dan jatuh ke dalam sungai yang membentang di bawah jembatan ditengah derasnya hujan di kawasan setempat. 

Jembatan gantung berusia tua itu putus dan kontruksinya ambruk ke dalam sungai, Senin sore sehingga membuat warga desa geger, apalagi saat kejadian satu anggota keluarga sedang melintas jembatan itu. 

Sekretaris Desa Benteng Ahmad Sarfa’i mengatakan, sepasang suami istri menaiki sepeda motor membawa seorang anak ikut terjatuh bersamaan ambruknya jembatan membentang di atas Sungai Riam Kiwa itu. 

"Saat kejadian, satu keluarga yang mengendarai sepeda motor tercebur ke sungai seiring ambruknya jembatan gantung. Alhamdulillah mereka selamat dan hanya mengalami luka lecet saja," ucapnya.

Ia menduga, menduga ambruknya jembatan yang membentang dengan panjang puluhan meter diatas sungai itu akibat putusnya tali baja penahan bentang jembatan akibat sudah lapuk dimakan usia.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banjar Sulhan mengatakan, jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Riam Kiwa itu memang sudah tidak layak lagi dilintasi kendaraan. 

"Jembatan gantung itu sebenarnya sudah tidak layak pakai lagi karena umurnya sudah tua. Kami sudah siap membangunkan jembatan yang lebih representatif dengan konstruksi baja dan tahan lama," ujarnya. 

Dikatakan, pihaknya sudah berencana membongkar dan menonaktifkan penggunaan jembatan gantung tua di Desa Benteng tersebut. Namun, belum sempat dilakukan sudah lebih dulu ambruk ke dalam sungai.

"Pembangunan jembatan baru sudah dimulai dengan konstruksi baja yang panjangnya mencapai 500 meter dan rencananya, Selasa besok kami dan tim ke lokasi meninjau runtuhnya jembatan gantung itu," katanya. 

 

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020