Barabai, (Antaranews Kalsel - Sebanyak 32 warga binaan di Rumah Tahanan Negara Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mendapatkan pelatihan berbagai macam keterampilan berbasis kompetensi sebagai bekal hidup saat keluar dari tahanan.
Sekretaris Disnakertransos Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Barabai, Kamis, M Nurdin mengatakan, kegiatan ini merupakan program Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan.
"Program tersebut sejalan dengan program Bupati HST H Harun Nurasid dalam peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat," katanya.
Berbagai keterampilan yang diajarkan antara lain membuat bangunan batu dan meubeler serta berbagai ketrampilan terkait pertukangan.
Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung selama 180 jam dibuka secara resmi oleh Kepala BLK Propinsi Kalimantan Selatan Agung Nugroho, dihadiri Kepala Rutan Barabai Seno Utomo, Sekretaris Disnakertransos HST M. Nurdin, warga binaan peserta Pelatihan Keterampilan dan undangan lainnya.
"Kami harap peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, perhatikan segala bentuk pembelajaran baik teori dan praktik," katanya.
Pelatihan ini, tambah dia, diharapkan menjadi bekal baik untuk bekerja ataupun berwirausaha.
Kepala Rutan Barabai Seno Utomo mengatakan pelatihan keterampilan merupakan hasil SKB Dua Kementerian yaitu Kementrian Ketenaga kerjaan dan Transmigrasi dengan Kementerian Hukum dan HAM RI. Pelatihan bertujuan agar warga binaan setelah bebas dan kembali di masyarakat bisa beraktifitas dan mencari nafkah secara mandiri.
Kepala BLK Provinsi Kalimantan Selatan Agung Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan pelatihan ini merupakan program pemerintah dalam Pola pembinaan memberikan kail, bukan ikan.
"Artinya melalui pelatihan tersebut bisa memotivasi peserta pelatihan agar bisa mandiri dan bermanfaat baik bagi dirinya, keluarga serta masyarakat," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, pihak BLK menempatkan dua instruktur bidang bangunan batu dan meubeler yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Dipilihnya dua bidang keahlian ini karena potensi dua bidang ini makin dibutuhkan dan peluang kerjanya juga makin terbuka dan sangat dibutuhkan di dunia kerja.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Sekretaris Disnakertransos Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Barabai, Kamis, M Nurdin mengatakan, kegiatan ini merupakan program Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan.
"Program tersebut sejalan dengan program Bupati HST H Harun Nurasid dalam peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat," katanya.
Berbagai keterampilan yang diajarkan antara lain membuat bangunan batu dan meubeler serta berbagai ketrampilan terkait pertukangan.
Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung selama 180 jam dibuka secara resmi oleh Kepala BLK Propinsi Kalimantan Selatan Agung Nugroho, dihadiri Kepala Rutan Barabai Seno Utomo, Sekretaris Disnakertransos HST M. Nurdin, warga binaan peserta Pelatihan Keterampilan dan undangan lainnya.
"Kami harap peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, perhatikan segala bentuk pembelajaran baik teori dan praktik," katanya.
Pelatihan ini, tambah dia, diharapkan menjadi bekal baik untuk bekerja ataupun berwirausaha.
Kepala Rutan Barabai Seno Utomo mengatakan pelatihan keterampilan merupakan hasil SKB Dua Kementerian yaitu Kementrian Ketenaga kerjaan dan Transmigrasi dengan Kementerian Hukum dan HAM RI. Pelatihan bertujuan agar warga binaan setelah bebas dan kembali di masyarakat bisa beraktifitas dan mencari nafkah secara mandiri.
Kepala BLK Provinsi Kalimantan Selatan Agung Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan pelatihan ini merupakan program pemerintah dalam Pola pembinaan memberikan kail, bukan ikan.
"Artinya melalui pelatihan tersebut bisa memotivasi peserta pelatihan agar bisa mandiri dan bermanfaat baik bagi dirinya, keluarga serta masyarakat," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, pihak BLK menempatkan dua instruktur bidang bangunan batu dan meubeler yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Dipilihnya dua bidang keahlian ini karena potensi dua bidang ini makin dibutuhkan dan peluang kerjanya juga makin terbuka dan sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013