Oleh Syamsuddin Hasan
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Persatuan Pembangunan Kalimantan Selatan Fathurrahman menyatakan optimis partainya bisa mencapai target perolehan suara/kursi DPRD pada Pemilu 2014 khususnya untuk tingkat provinsi tersebut.
"Kalau saya optimis, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa mencapai target perolehan kursi DPRD Kalsel, asalkan tidak main sikut `papadaan` (sesama fungsionaris/kader)," tandasnya, di Banjarmasin, Kamis.
Selain itu, harus menjaga kekompakan serta koordinasi antarcalon anggota legislatif (caleg), tidak jalan sendiri-sendiri, lanjutnya sebelum bertolak ke Jakarta menyertai rombongan studi banding Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel.
Ia mengungkapkan, Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PPP se-Kalsel 5 - 6 November lalu antara lain merumuskan bagaimana mengatur strategi untuk pemenangan parpol berlambangkan ka`bah di provinsi tersebut pada Pemilu 2014.
Selain itu, membuat target perolehan suara pada pesta demokrasi nasional yang tinggal sekitar enam bulan lagi, terutama di daerah-daerah yang dianggap atau merupakan "kantong" tradisional PPP.
PPP Kalsel memetakan, dari 13 kabupaten/kota se-provinsi tersebut, ada beberapa daerah yang selama ini merupakan kantong atau basis parpol yang berasaskan Islam itu, di antaranya Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kab Hulu Sungai Utara (HSU).
"Dari beberapa kali pemilu sejak awal era reformasi, kantong-kantong PPP tersebut cukup memberikan sumbangan berarti dalam pencapaian target untuk keanggotaan DPRD Kalsel," ungkapnya.
Namun Wakil Ketua DPRD Kalsel itu tidak mengungkap rinci perolehan suara PPP pada pemilu-pemilu lalu (sebelum 2009), kecuali mengatakan, seperti di Kota Banjarmasin bisa mendapatkan lebih dari tiga kursi DPRD tingkat provinsi.
"Tapi hasil Pemilu 2009, perolehan suara PPP di DPRD Kalsel menurun dibandingkan hasil Pemilu 2004. Sebagai contoh hasil Pemilu 2009, PPP di Banjarmaisn hanya berhasil mendapatkan dua kursi untuk DPRD Kalsel," ungkapnya.
Begitu pula untuk daerah pemilihan (dapil) V Kalsel yang meliputi Kabupaten HSU, Balangan dan Kabupaten Tabalong, hasil Pemilu 2009, PPP hanya mendapat satu kursi DPRD tingkat provinsi.
"Nah, dengan melihat potensi tersebut, pada Pemilu 2014, kami menargetkan minimal mendapat dua kursi untuk DPRD Kalsel di setiap kantong atau basis PPP," demikian Fathurrahman.
Dari 55 anggota DPRD Kalsel periode 2009 - 2014, PPP mendapat tujuh kursi atau sama-sama berada pada tiga besar dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sementara urutan pertama dari Partai Golkar sebanyak 10 orang, kemudian Partai Demokrat sembilan. Selain itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional dan Partai Bintang Reformasi masing-masing lima orang.
Kemudian dari Partai Kebangkitan Bangsa tiga, Partai Gerakan Indonesia Raya dua, serta Partai Bulan Bintang dan Partai Hati Nurani Rakyat masing-masing satu orang.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Persatuan Pembangunan Kalimantan Selatan Fathurrahman menyatakan optimis partainya bisa mencapai target perolehan suara/kursi DPRD pada Pemilu 2014 khususnya untuk tingkat provinsi tersebut.
"Kalau saya optimis, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa mencapai target perolehan kursi DPRD Kalsel, asalkan tidak main sikut `papadaan` (sesama fungsionaris/kader)," tandasnya, di Banjarmasin, Kamis.
Selain itu, harus menjaga kekompakan serta koordinasi antarcalon anggota legislatif (caleg), tidak jalan sendiri-sendiri, lanjutnya sebelum bertolak ke Jakarta menyertai rombongan studi banding Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel.
Ia mengungkapkan, Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PPP se-Kalsel 5 - 6 November lalu antara lain merumuskan bagaimana mengatur strategi untuk pemenangan parpol berlambangkan ka`bah di provinsi tersebut pada Pemilu 2014.
Selain itu, membuat target perolehan suara pada pesta demokrasi nasional yang tinggal sekitar enam bulan lagi, terutama di daerah-daerah yang dianggap atau merupakan "kantong" tradisional PPP.
PPP Kalsel memetakan, dari 13 kabupaten/kota se-provinsi tersebut, ada beberapa daerah yang selama ini merupakan kantong atau basis parpol yang berasaskan Islam itu, di antaranya Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kab Hulu Sungai Utara (HSU).
"Dari beberapa kali pemilu sejak awal era reformasi, kantong-kantong PPP tersebut cukup memberikan sumbangan berarti dalam pencapaian target untuk keanggotaan DPRD Kalsel," ungkapnya.
Namun Wakil Ketua DPRD Kalsel itu tidak mengungkap rinci perolehan suara PPP pada pemilu-pemilu lalu (sebelum 2009), kecuali mengatakan, seperti di Kota Banjarmasin bisa mendapatkan lebih dari tiga kursi DPRD tingkat provinsi.
"Tapi hasil Pemilu 2009, perolehan suara PPP di DPRD Kalsel menurun dibandingkan hasil Pemilu 2004. Sebagai contoh hasil Pemilu 2009, PPP di Banjarmaisn hanya berhasil mendapatkan dua kursi untuk DPRD Kalsel," ungkapnya.
Begitu pula untuk daerah pemilihan (dapil) V Kalsel yang meliputi Kabupaten HSU, Balangan dan Kabupaten Tabalong, hasil Pemilu 2009, PPP hanya mendapat satu kursi DPRD tingkat provinsi.
"Nah, dengan melihat potensi tersebut, pada Pemilu 2014, kami menargetkan minimal mendapat dua kursi untuk DPRD Kalsel di setiap kantong atau basis PPP," demikian Fathurrahman.
Dari 55 anggota DPRD Kalsel periode 2009 - 2014, PPP mendapat tujuh kursi atau sama-sama berada pada tiga besar dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sementara urutan pertama dari Partai Golkar sebanyak 10 orang, kemudian Partai Demokrat sembilan. Selain itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional dan Partai Bintang Reformasi masing-masing lima orang.
Kemudian dari Partai Kebangkitan Bangsa tiga, Partai Gerakan Indonesia Raya dua, serta Partai Bulan Bintang dan Partai Hati Nurani Rakyat masing-masing satu orang.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013