Masyarakat di Kalimantan Selatan, masih banyak yang belum menyelami keindahan yang eksotis dari peternakan kerbau rawa (Bubalus Bubalis) di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Justru warga dari luar daerah yang sering berkunjung ke kawasan Paminggir yang berjarak tempuh sekitar 29,8 kilometer dari Kota Amuntai ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Utara.

"Jarak tempuh dari Kota Banjarmasin ke Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sekitar 200 kilometer atau 5 jam perjalanan menggunakan angkutan darat, dari Kota Amuntai ibu kota Kabupaten HSU menuju Dermaga Danau Panggang sekitar 22, 9 km bisa ditempuh sekitar 43 menit menggunakan transportasi darat," ujar Kabid Pariwisata Dispopar HSU Fahrurraji di Amuntai, Sabtu.

Kemudian dilanjutkan 10,5 km dari Danau Panggang ke Paminggir menggunakan alat transportasi sungai dengan lama tempuh bervariasi tergantung jenis transportasi air yang kita gunakan, tersedia perahu motor, dam speed boat.

Memang sudah ada jalan darat yang dibangun pemerintah namun masih jarang digunakan, karena belum sepenuhnya dilakukan pengaspalan jalan. 
 
Kerbau rawa (Bubalus Bubalis). (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)

Karenanya, lebih cepat dan asyik ditempuh melalui jalur sungai sambil menikmati deburan ombak air dan hembusan angin sembari melihat aktivitas kehidupan masyarakat yang bermukim ditepi-tepi sungai sepanjang jalur yang dilewati.

Tarif untuk sewa speed boat di dermaga Danau Panggang berkisar Rp600 ribu hingga Rp1 juta tergantung besar kapal dan jumlah muatan, jadi sebaiknya anda mengajak serta keluarga dan teman sebanyak delapan hingga 10 orang agar tidak rugi mencarter speed boat.

Peternak biasanya melepas kerbaunya pada pagi-pagi sekali sehingga bagi turis asing atau lokal yang ingin menyaksikan aktivitas pelepasan ternak dari kalang (kandang) ke sungai untuk berenang mencari makan harus berangkat dini hari sekitar pukul 04.30.wita dari Kota Amuntai menuju Paminggir.

Kalau mau melaksanakan Sholat Subuh bisa dilakukan di Mesjid yang berada di dekat dermaga Danau Panggang atau tempat ibadah lainnya disepanjang perjalanan dari Kota Amuntai.
 
Peternak kerbau rawa di Desa Tampakang Suyatno bersama penulis. (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)

Nah, dari dermaga Danau Panggang menuju Paminggir, mudah-mudahan bisa menyaksikan kemunculan mata hari (sunset) sambil mengarungi perairan rawa diatas perahu motor atau speed boat.

Tapi sekarang sudah ada beberapa peternak yang bisa dihubungi untuk menahan ternaknya dulu agar jangan dilepas sebelum turis atau  wisatawan, tapi itu pun tidak bisa terlalu lama karena ternak kerbau milik mereka pasti gelisah ingin mencari makan.

"Biasanya paling lama sampai pukul 08.30 wita kami bisa menahan kerbau lepas dari kalang agar para wisatawan bisa menyaksikan hewan tersebut dilepas ke perairan rawa," terang satu peternak di Desa Tampakang H Fahri.

H Fahri sudah sering menerima kunjungan wisatawan lokal termasuk pejabat tamu daerah yang ingin melihat peternakan Kerbau Rawa. Para wisatawan memberikan insentif seikhlasnya kepadanya atas kesediaan menahan kerbau urun dari kandang demi menunggu kedatangan wisatawan.

Kerbau rawa merupakan species kerbau yang bisa berenang mencari makannya sendiri didataran rerumputan yang ada di kawasan perairan rawa. Biasanya pemilik kerbau memberi ciri khas tertentu di tubuh ternak mereka sehingga mudah dikenali dan tidak tertukar dengan kerbau milik peternak yang lain.
 
Bangunan gedung ternak Walet di Kecamatan Paminggir layaknya sebuah kota ditengah rawa. (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)

Peternak lainnya di Desa Tampakang, Ariyanto mengaku senang apabila peternak an kerbau rawa dijadikan salah satu destinasi wisata susur rawa oleh Pemerintah Kabupaten HSU.

Diakuinya jika kunjungan wisatawan lokal khususnya dari luar Kalsel agak menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia mendukung keinginan Pemkab HSU untuk meningkatkan wisata kerbau rawa di tahun-tahun mendatang.

Salah satu hal menarik lainnya saat kita berkunjung di Kecamatan Paminggir adalah semakin banyaknya bangunan tinggi menjulang sebagai usaha sarang Burung Walet. Sehingga kawasan Paminggir ini jadi mirip wilayah perkotaan dengan gedung-gedung waletnya.  

 

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020