Kalangan Komunitas Teratai Banjarmasin (KTB) menilai tanaman teratai yang hampir merata tumbuh di perairan di wilayah Kalimantan Selatan, dan potensinya sangat luar biasa sebagai kekayaan alam, memiliki segudang manfaat, karena itu tak ada alasan tidak mencintai tanaman ini.

Hal tersebut diutarakan Mohammad Ary selalu pembina KTB saat dialog interaktif dengan tema " indah bersama teratai" Minggu malam dalam siaran langsung Banjar TV, melalui program "Panderan Gardu," Banjar TV.

Didampingi Ketua KTB Aulia Badar yang akrab dipanggil pak Olie tersebut, Mohammad Ary menuturkan banyak sekali manfaat teratai, akar dan umbi bisa dibuat sayuran dan penaganan, bahkan di beberapa negara menjadi makanan barang cenderamata.

Kemudian batang bunga teratai yang disebut oleh warga Kalsel sebagai "kambang tanding" enak dibuat sayuran, baik ditumis begitu saja, tapi yang paling popiler adalah camburan bahan sayur karuh, atau oleh warta di bilangan Banua enam (enam kabupaten Utara Kalsel) sebagai "Gangan karuh."

Lalu biji teratai jenis lotus atau yang disebut oleh warga Kalsel sebagai kembang Talepok ternyata mengandung tepung untuk pembuatan aneka kue.

"Di berbagai daerah Banua Enam, khususnya di Amuntai sudah dikenal luas tepung teratai dibuat dodol, dibuat kue cincin, walatih, dan kua lainnya.


"Kami komunitas berkeinginan bahan bakanan kecil olahan usaha kecil menengah (UKM) berupa kue-kue berbahan baku biji teratai ini, menjadi barang cenderamata kearifan lokasl Kalsel, kalau perlu pajang di Bandara Internasional Syamsduin Noor," kata  Mohammad Ary yang dikenal pula sebagai pimpinan Porum Komunitas Hijau (FKH) dan Masyarakat Peduli Sungai (Melingai) ini.

Tapi tak kalah pentingnya terhadap tanaman teratai ini karena keindahannya, jika semua sungai di Banjarmasin ini sudah penuh dengan teratai dengan bunga warna warni tentu sangat elok, dan akan menjadi kota wisata terkenal dunia, katanya.

Sebab pengalaman di berbagai negara, dimana bunga teratainya banyak menjadi destinasi wisata yang terkenal seperti di China, Vietnam, Kamboja, dan lainnya, bahkan Singapura saja salah satu ikon kotanya adalah bangunan besar berbentuk bunga teratai.

Bunga teratai katanya, jadi hiasan dan penyedia madu bagi kumbang dan lebah, daunnya bahan pengganti daun pisang untuk pepesan, keberadaannya dialam bebas bernilai konservasi.

Sebaran tumbuh teratai hampir di semua lahan rawa monoton di kalsel, sehingga berpotensi menjadi komoditas unggul kuliner banua. 

"InsyaAllah komunitas ini bisa mnjadi motor pemberdaya masyarakat kawasan lahan gambut menjadikan teratai sebagai sumber perekonomian, ini bisa kita lakukan melalui tahapan penyamaan persepsi, pelestarian, perbanyakan perluasan dan pemanfaatannya. Giatnya bisa melalui edukasi, aksi, promosi dgn cara festival dan pelatihan kolaborasi dgn peneliti dan dinas terkait pembina UMKM serta CSR korporasi yg peduli" tambahnya.
Dialog interatif panderan gardu Banjar TV (Antaranews Kalsel/Hasan Z)

Sementara Ketua KTB Pak Olie gembira begitu antusiasnya masyarakat menyambut keberadaan komunitas teratai terbukti saat dialog interaktip Banjar TV, banyak sekali yang menanggapi keberadaan komunitas ini dan umumnya mendukung, seperti yang terlihat pada SMS atau WA yang ada di panitia dialog.

Oleh karena itu, KTB kian serius untuk membuat program sosialisasi manfaat teratai ke berbagai pihak seperti ke sekolah sekolah, dan lokasi lain, dan akan akan menggelar aksi tanam teratai bersama di berberbagai kolam di Banjarmasin seperti di beberapa perguruan tinggi.

Olie yang juga Kepala Kantor Berita Antara Kalsel, yang datang didampingi beberapa anggota komunitas teratai yang lain merasa bahagia atas dukungan tersebut, dan meminta dukungan pula oleh pemerintah setidaknya mengijinkan komunitas ini melakukan penanaman secara massal di kota Banjarmasin dan daerah lain di Kalsel.
 

Pewarta: Hasan Zainuddin

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020