Oleh Ulul Maskuriah
Menurut Garibaldi di Banjarmasin, Selasa, berbeda dengan sifat energi dari sumber daya lain, energi batu bara merupakan energi yang sebagian besar bermanfaat untuk kelistrikan.
"Dengan demikian untuk menciptakan nilai tambah energi batu bara, salah satunya dengan meningkatkan energi listrik di daerah," katanya.
Mewujudkan hal tersebut, kata dia, dalam waktu dekat PT Adaro akan meresmikan PLTU dengan kapasitas 2 x 30 megawatt yang dibangun di daerah Tanjung Kabupaten Tabalong.
Diharapkan PLTU tersebut akan mampu menerangi dan menjadi interkoneksi kelistrikan untuk wilayah Kalimantan, terutama Kalimatan Selatan dengan Kalimantan Timur.
"Saya harap perusahaan tambang lainnya juga bisa membantu membangun industri listrik di daerah ini," katanya.
Apalagi, tambah dia, listrik merupakan salah satu fasilitas yang cukup vital untuk pelaksnaan master plan pembangunan ekonomi nasional (MP3EI) wilayah Kalimantan yang kini sedang dalam proses pelaksanaan.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengungkapkan, sebagaimana pelaksanaan MP3EI, Kalimantan merupakan koridor untuk pengembangan energi salah satunya adalah energi batu bara.
Diharapkan keberadaan Adaro di Kalsel akan mampu mendukung pelaksanaan MP3EI di daerah dengan lebih cepat sesuai dengan harapan.
Selain itu, kata Gubernur, saat ini kondisi ekonomi global sedang menurun. Namun, kurang berpengaruh terhadap perekonomian di Kalsel.
Terbukti saat ini, kondisi kemiskinan di Kalsel hanyalah empat persen lebih dari empat juta penduduk, hal tersebut jauh di bawah angka nasional yang masih diatas 10 persen.
Membaiknya kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tidak lepas dari peran serta perusahaan pertambangan, terutama PKP2B yang kini banyak beroperasi di Kalsel.
"Di provinsi lain, angka kemiskinannya masih ada yang mencapai antara 11 persen dan 17 persen, ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan bagi Kalsel," katanya.
Diharapkan dengan pelaksanaan MP3EI di Kalimantan ini, tingkat kemiskinan di Kalsel akan terus menurun, minimal hingga akhir jabatan Rudy Ariffin tingkat kemiskinan tinggal empat persen, tidak pakai koma.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Presiden Direktur PT Adaro Energy Garibaldi Thohir mengajak perusahaan pertambangan di Kalimantan Selatan membangun industri kelistrikan di Kalsel untuk mengatasi krisis energi yang kini terjadi di daerah ini.
Menurut Garibaldi di Banjarmasin, Selasa, berbeda dengan sifat energi dari sumber daya lain, energi batu bara merupakan energi yang sebagian besar bermanfaat untuk kelistrikan.
"Dengan demikian untuk menciptakan nilai tambah energi batu bara, salah satunya dengan meningkatkan energi listrik di daerah," katanya.
Mewujudkan hal tersebut, kata dia, dalam waktu dekat PT Adaro akan meresmikan PLTU dengan kapasitas 2 x 30 megawatt yang dibangun di daerah Tanjung Kabupaten Tabalong.
Diharapkan PLTU tersebut akan mampu menerangi dan menjadi interkoneksi kelistrikan untuk wilayah Kalimantan, terutama Kalimatan Selatan dengan Kalimantan Timur.
"Saya harap perusahaan tambang lainnya juga bisa membantu membangun industri listrik di daerah ini," katanya.
Apalagi, tambah dia, listrik merupakan salah satu fasilitas yang cukup vital untuk pelaksnaan master plan pembangunan ekonomi nasional (MP3EI) wilayah Kalimantan yang kini sedang dalam proses pelaksanaan.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengungkapkan, sebagaimana pelaksanaan MP3EI, Kalimantan merupakan koridor untuk pengembangan energi salah satunya adalah energi batu bara.
Diharapkan keberadaan Adaro di Kalsel akan mampu mendukung pelaksanaan MP3EI di daerah dengan lebih cepat sesuai dengan harapan.
Selain itu, kata Gubernur, saat ini kondisi ekonomi global sedang menurun. Namun, kurang berpengaruh terhadap perekonomian di Kalsel.
Terbukti saat ini, kondisi kemiskinan di Kalsel hanyalah empat persen lebih dari empat juta penduduk, hal tersebut jauh di bawah angka nasional yang masih diatas 10 persen.
Membaiknya kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tidak lepas dari peran serta perusahaan pertambangan, terutama PKP2B yang kini banyak beroperasi di Kalsel.
"Di provinsi lain, angka kemiskinannya masih ada yang mencapai antara 11 persen dan 17 persen, ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan bagi Kalsel," katanya.
Diharapkan dengan pelaksanaan MP3EI di Kalimantan ini, tingkat kemiskinan di Kalsel akan terus menurun, minimal hingga akhir jabatan Rudy Ariffin tingkat kemiskinan tinggal empat persen, tidak pakai koma.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013