Oleh Syamsuddin Hasan
Sekretaris DPRD (Sekwan) Kalsel H Syariful Hanafi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa, membenarkan, website di "Rumah Banjar" (Gedung DPRD provinsi), kini tak berfungsi lagi.
"Biaya pembangunan website yang meliputi kelengkapan atau peralatan, desain dan keperluan lainnya, sekitar Rp49 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel tahun 2011," ungkapnya.
Mantan staf Biro Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel itu, menerangkan, tidak berfungsinya website Setwan tersebut, karena ketiadaan tenaga ahli yang mengelola/mengoperasionalkan media komunikasi elektronik atau dunia maya itu.
"Memang keberadaan website itu penting bagi sebuah instansi pemerintah, termasuk DPRD Kalsel, untuk keperluan komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung," tuturnya.
Selain itu, guna lebih memudahkan masyarakat umum/publik mengakses kegiatan-kegiatan di DPRD Kalsel, termasuk untuk mengetahui kegiatan wakil-wakil rakyat pada tingkat provinsi tersebut melalui dunia maya," lanjutnya.
"Namun terus-terang, kami di Setwan saat ini belum ada tenaga ahli untuk mengoperasionalkan website secara maksimal, sesuai fungsi dan tujuannya," lanjutnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.
Mengenai pemberitaan yang menyebutkan untuk website Setwan Kalsel itu memerlukan dana mencapai miliaran rupiah, mantan Kepala Bagian Protokler dan Pelayanan Aspirasi Sekretariat DPRD tingkat provinsi tersebut tampak kaget.
"Dari mana sumber informasi aktivis LSM yang menyebutkan Rp8,4 miliar dari perubahan APBD Kalsel 2013? Yang benar hanya Rp49 juta dari APBD Murni 2011," ujarnya didampingi sejumlah staf yang menangani perlengkapan dan keuangan.
"Kalau dalam perubahan APBD Kalsel 2013 hanya ada tambahan anggaran Rp500 juta, untuk kegiatan Badan Legislasi DPRD provinsi setempat, bukan untuk website sebagaimana pemberitaan, 8 Oktober 2013," demikian Syariful Hanafi.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Website atau situs Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Kalimantan Selatan yang dibuat dan diluncurkan tahun 2011 dengan menggunakan anggaran daerah tersebut mubazir, seakan terbuang percuma, karena kini tidak berfungsi lagi.
Sekretaris DPRD (Sekwan) Kalsel H Syariful Hanafi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa, membenarkan, website di "Rumah Banjar" (Gedung DPRD provinsi), kini tak berfungsi lagi.
"Biaya pembangunan website yang meliputi kelengkapan atau peralatan, desain dan keperluan lainnya, sekitar Rp49 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel tahun 2011," ungkapnya.
Mantan staf Biro Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel itu, menerangkan, tidak berfungsinya website Setwan tersebut, karena ketiadaan tenaga ahli yang mengelola/mengoperasionalkan media komunikasi elektronik atau dunia maya itu.
"Memang keberadaan website itu penting bagi sebuah instansi pemerintah, termasuk DPRD Kalsel, untuk keperluan komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung," tuturnya.
Selain itu, guna lebih memudahkan masyarakat umum/publik mengakses kegiatan-kegiatan di DPRD Kalsel, termasuk untuk mengetahui kegiatan wakil-wakil rakyat pada tingkat provinsi tersebut melalui dunia maya," lanjutnya.
"Namun terus-terang, kami di Setwan saat ini belum ada tenaga ahli untuk mengoperasionalkan website secara maksimal, sesuai fungsi dan tujuannya," lanjutnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.
Mengenai pemberitaan yang menyebutkan untuk website Setwan Kalsel itu memerlukan dana mencapai miliaran rupiah, mantan Kepala Bagian Protokler dan Pelayanan Aspirasi Sekretariat DPRD tingkat provinsi tersebut tampak kaget.
"Dari mana sumber informasi aktivis LSM yang menyebutkan Rp8,4 miliar dari perubahan APBD Kalsel 2013? Yang benar hanya Rp49 juta dari APBD Murni 2011," ujarnya didampingi sejumlah staf yang menangani perlengkapan dan keuangan.
"Kalau dalam perubahan APBD Kalsel 2013 hanya ada tambahan anggaran Rp500 juta, untuk kegiatan Badan Legislasi DPRD provinsi setempat, bukan untuk website sebagaimana pemberitaan, 8 Oktober 2013," demikian Syariful Hanafi.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013