Oleh Syamsuddin Hasan
SPAM tersebut nanti menjadi sumber air baku bagi perusahaan daerah air minum di wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala atau yang disebut Banjar Bakula, katanya Rabu.
"SPAM itu terutama untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih dan PDAM Intan Banjar," tandasnya menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD setempat terhadap Raperda penambahan penyertaan modal pemprov kepada dua PDAM tersebut.
PDAM Bandarmasih milik pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin dan PDAM Intan Banjar, milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalsel, yang cakupannya meliputi Kota Banjarbaru dan wilayah kabupaten itu sendiri.
Dia mengemukakan itu, seiring saran fraksi-fraksi di DPRD Kalsel agar Pemprov meregionalisasi PDAM kabupaten/kota dalam satu manajemen atau pengelolaan, guna efesiensi.
"Pembahasan untuk regionalisasi PDAM kabupaten/kota tersebut sudah sejak lama. Namun belum rampung, karena masih terbentur masalah teknis," ungkap orang nomor satu di jajaran Pemprov itu, tanpa menyebut faktor teknis tersebut.
Mengenai penambahan penyertaan modal Pemprov kepada PDAM Bandarmasih dan Intan Banjar, dia menyebutkan, untuk PDAM Bandarmasih sebesar Rp15miliar da Intan Banjar Rp10 miliar.
Tambahan modal untuk PDAM Bandarmasih itu, untuk pembiayaan pemindahan pipa/koneksi yang terkena dampak pembangunan "flyover" (jalan layang) di Jalan A Yani/Gatot Soebroto Banjarmasin.
Sedangkan Rp10 miliar untuk PDAM Intan Banjar, guna menambah jaringan buat peningkatan pelayanan dari cakupan yang baru mencapai sekitar 39 persen menjadi 50 persen.
"Kalau cakupan pelayanan PDAM Bandarmasih, relatif tidak masalah, karena sudah mencapai 97 persen lebih wilayah ibu kota Prov Kalsel tersebut atau memenuhi standar MDGs," demikian Rudy Ariffin.
Tanggapan atau penjelasan gubernur itu disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah, didampingi wakll-wakilnya Fathurrahman dan H Riswandi.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin mengungkapkan, pemerintah provinsinya kini sedang menyiapkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional.
SPAM tersebut nanti menjadi sumber air baku bagi perusahaan daerah air minum di wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala atau yang disebut Banjar Bakula, katanya Rabu.
"SPAM itu terutama untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih dan PDAM Intan Banjar," tandasnya menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD setempat terhadap Raperda penambahan penyertaan modal pemprov kepada dua PDAM tersebut.
PDAM Bandarmasih milik pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin dan PDAM Intan Banjar, milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalsel, yang cakupannya meliputi Kota Banjarbaru dan wilayah kabupaten itu sendiri.
Dia mengemukakan itu, seiring saran fraksi-fraksi di DPRD Kalsel agar Pemprov meregionalisasi PDAM kabupaten/kota dalam satu manajemen atau pengelolaan, guna efesiensi.
"Pembahasan untuk regionalisasi PDAM kabupaten/kota tersebut sudah sejak lama. Namun belum rampung, karena masih terbentur masalah teknis," ungkap orang nomor satu di jajaran Pemprov itu, tanpa menyebut faktor teknis tersebut.
Mengenai penambahan penyertaan modal Pemprov kepada PDAM Bandarmasih dan Intan Banjar, dia menyebutkan, untuk PDAM Bandarmasih sebesar Rp15miliar da Intan Banjar Rp10 miliar.
Tambahan modal untuk PDAM Bandarmasih itu, untuk pembiayaan pemindahan pipa/koneksi yang terkena dampak pembangunan "flyover" (jalan layang) di Jalan A Yani/Gatot Soebroto Banjarmasin.
Sedangkan Rp10 miliar untuk PDAM Intan Banjar, guna menambah jaringan buat peningkatan pelayanan dari cakupan yang baru mencapai sekitar 39 persen menjadi 50 persen.
"Kalau cakupan pelayanan PDAM Bandarmasih, relatif tidak masalah, karena sudah mencapai 97 persen lebih wilayah ibu kota Prov Kalsel tersebut atau memenuhi standar MDGs," demikian Rudy Ariffin.
Tanggapan atau penjelasan gubernur itu disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah, didampingi wakll-wakilnya Fathurrahman dan H Riswandi.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013