Oleh Ulul Maskuriah

Barabai, (Antaranews.Kalsel)- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, gagal mempertahan Kota Barabai ibukota kabupaten setempat, sebagai peraih Adipura 2013.

Kegagalan tersebut diperkirakan adanya beberapa kebijakan baru antara lain naiknya standar penilaian tentang pengelolaan lingkungan,kata Pelaksana Tugas Harian (PLH), Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten HST Ahmad Tamzil di Barabai, Senin.

Menurut dia, sebelumnya aturan penilaian adipura mengacu pada Permen LH Nomor 7 tahun 2011 dengan komposisi nilai fisik 80 persen dan non fisik 20 persen diganti dengan Permen LH Nomor 1 thun 2013 yang mensyaratkan fisik 90 persen dan non fisik 10 persen.

"Sehingga kekurangan infrastruktur daerah menjadi kendala utama untuk bisa mempertahankan Adipura tahun ini," katanya.

Diungkapkan dia, kondisi riil Kota Barabai yang berpengaruh pada penilaian Adipura antara lain, jalan utama masih belum ada trotoar dan drainase yang permanen, Pasar Barabai masih perlu pembenahan terutama kerapian atau penataan blok pedagang.

Selain itu, kondisi jalan masih banyak yang berlubang, masih minimnya kawasan terbuka hijau perkotaan juga masih diperlukannya peningkatakan fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah, sehingga timbul kesadaran untuk upaya residu sampah.

"Kami optimis dari awal Barabai akan kembali meraih Adipura, sinergi juga senantiasa digalang antar SKPD begitupun kerja keras para petugas pasukan kuning untuk menjaga kebersihan kota, begitu juga dukungan masyarakat namun hasil akhir tetap ditentukan tim penilai pusat dari Kementerian LH," katanya.

Namun demikian, kata dia, kegagalan tersebut, diharapkan tidak menyurutkan semangat semua untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan masing-masing.

Diharapkan, seluruh petugas terkait, juga melaksanakan tugasnya seperti biasa, tanpa tergantung ada dan tidaknya penilaian dari tim adipura.

"Adipura bukanlah tujuan pokok, tetapi hanya sebagai pemicu semangat untuk terus menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, rapi dan indah," katanya.

Kedepannya BPLH HST telah menyusun beberapa program yang direncanakan akan masuk dalam APBD Perubahan antara lain untuk mewujudkan Perda Persampahan, Master Plan Persampahan, Pembenaha jalan atau arteri dengan trotoar dan drainase permanen, inftrastruktur bak dan bank sampah.

Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013