Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 22/3 (Antara Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin kini menangani masalah pemindahan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih yang terkena proyek pembangunan jembatan layang di Jalan A yani Kota Banjarmasin
"Saya sudah menghadap Gubernur Kalsel, dan beliau menyatakan Pemprov Kalsel bersedia mendanai pemindahan pipa besar yang terkena proyek jembatan layang sebagai penyertaan modal," kata Direktur PDAM Bandarmasih, Muslih, Kamis.
Sebab bila pipa tersebut tidak dipindahkan kemudian terkena proyek jembatan layang lalu bocor maka 40 ribu pelanggan PDAM bakal tidak memperoleh air bersih.
Tadinya, PDAM Bandarmasih, bingung dengan belum adanya kejelasan dan jaminan dari pelaksanaan proyek "flyover" tentang keberdaaan pipa primer jaringan air bersih itu.
Padahal pipa besar tersebut menyalurkan air bersih ke wilayah Banjarmasin Selatan dan Timur, seperti Kelayanan, Rumah Sakit Ulin, Duta Mall, Rumah Sakit Sari Mulya, serta sejumlah hotel.
Tidak ada kesepakatan antara pengelola proyek "flyover" dengan PDAM atas pemindahan pipa tersebut, sedangkan pemindahan itu membutuhkan dana Rp15 miliar.
"Kami sudah berupaya menghubungi pengelola proyek, namun belum ada titik terang bantuan pemindahan pipa PDAM yang jaraknya 17 cm dari tiang `flyover` itu," kata Muslih.
Kemudian masalah itupun disampaikan kepada Gubernur Kalsel untuk meminta bantuan dengan pemindahan pipa tersebut,dan alhamdulillah gubernur memberikan respons positif dengan menggunakan dana APBD Perubahan 2013 ini, demikian muslih.
Dana dari APBD Perubahan tersebut nantinya akan menjadi dana penyertaan modal Pemprov Kalsel ke PDAM Bandarmasih, demikian Muslih.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Banjarmasin, 22/3 (Antara Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin kini menangani masalah pemindahan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih yang terkena proyek pembangunan jembatan layang di Jalan A yani Kota Banjarmasin
"Saya sudah menghadap Gubernur Kalsel, dan beliau menyatakan Pemprov Kalsel bersedia mendanai pemindahan pipa besar yang terkena proyek jembatan layang sebagai penyertaan modal," kata Direktur PDAM Bandarmasih, Muslih, Kamis.
Sebab bila pipa tersebut tidak dipindahkan kemudian terkena proyek jembatan layang lalu bocor maka 40 ribu pelanggan PDAM bakal tidak memperoleh air bersih.
Tadinya, PDAM Bandarmasih, bingung dengan belum adanya kejelasan dan jaminan dari pelaksanaan proyek "flyover" tentang keberdaaan pipa primer jaringan air bersih itu.
Padahal pipa besar tersebut menyalurkan air bersih ke wilayah Banjarmasin Selatan dan Timur, seperti Kelayanan, Rumah Sakit Ulin, Duta Mall, Rumah Sakit Sari Mulya, serta sejumlah hotel.
Tidak ada kesepakatan antara pengelola proyek "flyover" dengan PDAM atas pemindahan pipa tersebut, sedangkan pemindahan itu membutuhkan dana Rp15 miliar.
"Kami sudah berupaya menghubungi pengelola proyek, namun belum ada titik terang bantuan pemindahan pipa PDAM yang jaraknya 17 cm dari tiang `flyover` itu," kata Muslih.
Kemudian masalah itupun disampaikan kepada Gubernur Kalsel untuk meminta bantuan dengan pemindahan pipa tersebut,dan alhamdulillah gubernur memberikan respons positif dengan menggunakan dana APBD Perubahan 2013 ini, demikian muslih.
Dana dari APBD Perubahan tersebut nantinya akan menjadi dana penyertaan modal Pemprov Kalsel ke PDAM Bandarmasih, demikian Muslih.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013