Indeks Demokrasi di Kepri meningkat selama sepuluh tahun terakhir

Indeks Demokrasi di Kepri meningkat selama sepuluh tahun terakhir

Warga melihat papan informasi Pemilu 2019. BPS mencatat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Kepri selama 10 tahun terakhir cenderung meningkat. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau dari tahun dari 2009 hingga 2018 cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Walaupun sempat mengalami penurunan pada tahun 2010 dan 2012, namun pada tahun-tahun berikutnya nilai IDI Kepri selalu meningkat. "Artinya keadaan demokrasi di Kepri semakin membaik," kata Kepala BPS Kepri, Zulkifli, di Tanjungpinang, Selasa.

Menurut Zulkifli, IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik, dan lembaga demokrasi.

Metodologi penghitungan IDI menggunakan empat sumber data yaitu review surat kabar lokal, review dokumen (perda, pergub, dll), forum grup diskusi, dan wawancara mendalam. "Angka IDI adalah cermin dinamika situasi demokrasi di Kepri," katanya.

Berikut perkembangan IDI Kepri dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, tahun 2009 (73.61), 2010 (62.89), 2011 (70.78), 2012 (65.61), 2013 (66.50), 2014 (68.39), 2015 (70.26), 2016 (72.84), 2017 (76.33), 2018 (79.19).*

Baca juga: BPS: Indeks demokrasi Indonesia di NTB menurun

Baca juga: Indeks demokrasi Kaltim naik 1,02 persen
Pewarta : Ogen
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019