Tema pertemuan Majelis Kesehatan Dunia sejalan dengan program JKN

Tema pertemuan Majelis Kesehatan Dunia sejalan dengan program JKN

(dok Kementerian Kesehatan)

Jakarta (ANTARA) - Tema pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-72 yaitu “Cakupan Kesehatan Semesta, Tidak Meninggalkan Siapapun di Belakang” disebut telah sejalan dengan semangat program Jaminan Kesehatan Nasional yang telah dijalankan di Indonesia.

Dalam siaran pers Kemenkes yang diterima di Jakarta, Selasa, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa Indonesia menyambut baik tema pertemuan WHA ke-72.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat untuk memastikan kehidupan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Nila.

Menkes mengatakan Indonesia terus bergerak untuk mencapai cakupan kesehatan semesta pada tahun 2019. Sampai dengan April 2019, skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencakup lebih dari 219 juta orang, atau lebih dari 82 persen dari total penduduk Indonesia.

Semua peserta saat ini dilayani oleh lebih dari 22 ribu penyedia pelayanan kesehatan primer dan sekitar 2.500 pelayanan kesehatan rujukan, baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa, terutama ketika kita baru mulai skema asuransi kesehatan nasional lima tahun yang lalu, yaitu pada tahun 2014,” ungkap Menkes Nila Moeloek di pertemuan World Health Assembly ke 72 di Jenewa, Swiss.

Menurut Menkes pemerintah Indonesia masih memiliki tantangan walaupun prestasi atas pelayanan kesehatan pada program JKN telah terbukti.

Oleh karena itu, Menkes menegaskan perlunya kerja keras dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kerjasama dengan pihak lain untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan kontrol biaya serta kualitas tenaga kerja kesehatan.

“Oleh karena itu, kami telah memperkuat sistem rujukan melalui akreditasi. Saat ini, dari 9.983 Puskesmas, 7.508 telah terakreditasi. Sementara dari 2.818 RS, 2.004 telah terakreditasi,” ungkap Menkes Nila.

Untuk pemerataan pelayanan kesehatan di daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), pemerintah Indonesia terus meningkatkan program Nusantara Sehat (NS) dan program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

Sejak 2015, pemerintah Indonesia telah mengirimkan 7.377 tenaga Nusantara Sehat di 1.661 Puskesmas di DTPK. Selain itu, sejak 2016, pemerintah telah mengerahkan 2,039 dokter spesialis di 631 rumah sakit di Indonesia.

Baca juga: Menkes ingatkan kepesertaan JKN paralel dengan pelayanan kesehatan

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019