Ulama : Ramadhan, pendidikan untuk peningkatan ketaqwaan

Ulama : Ramadhan, pendidikan untuk peningkatan ketaqwaan

Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg menyampaikan ceramah di Masjid Baiturrahim/Masjid Raya Palu, pada malam ke empat ramadhan, di Palu, Rabu malam.(8/5/2019) (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Zainal Abidin MAg mengemukakan salah satu dari tujuan Ramadhan yakni untuk meningkatkan ketaqwaan umat Islam.

"Sesuai dengan ayat tentang puasa, bahwa puasa bertujuan untuk bertaqwa," ucap Prof Zainal Abidin MAg, di Palu, Rabu (8/5) malam.

 Pernyataan mengutip Firman Allah dalam Surah Albaqarah Ayat 183 yang berbunyi "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa,".

 Karena itu, lanjut dia, Ramadhan memberikan pendidikan kepada umat Islam untuk peningkatan ketaqwaan kepada Allah SWT.

 Pernyataan ini di sampaikan di hadapan ribuan jamaah Masjid Baiturrahim atau yang lebih di kenal Masjid Raya Palu, saat Prof Zainal Abidin berceramah di sela-sela pelaksanaan shalat isya dan tarawih serta witir malam ke empat Ramadhan.

 Ia menyebut salah satu dari pengertian taqwa atau arti dari taqwa yaitu berserah diri atau pasrah kepada Allah SWT. Namun, Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu menyebut, sebelum berserah diri dan pasrah kepada Allah SWT harus di awali dengan usaha.

 "Usaha dulu, gunakan semua cara atau jalan yang sesuai dengan anjuran agama. Jika suda dilakukan, baru kemudian serahkan kepada Allah SWT," ujar dia.

 Ia mengemukakan, di dalam Islam banyak pandangan, pendapat dan penafsiran terhadap pengertian taqwa. Salah satunya ialah, kata dia, ulama menyebut kata 'Taq' di awal kata taqwa, merupakan Tawaqqal. Oleh, Guru Besar Pemikiran Islam Modern IAIN Palu mengemukakan, umat Islam jangan terjebak atau berpatokan pada satu pendapat.

 "Ada banyak pendapat, terserah mau ikut pendapat yang mana. Asalkan, tidak saling menyalahkan. Karena semua pendapat memiliki dasar yang kuat," sebutnya.

 Rois Syuria Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah ini menilai bulan suci Ramadhan mengajarkan untuk saling tolong menolong, menghibur orang yang sedang berduka karena tertimpa musibah/bencana atau lainnya, sekaligus sebagai obat rindu di kala dalam suasana duka.

 "Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menghibur hati, bersihkan hati dengan perbanyak amalan zikir dan doa serta ibadah, serta bulan Ramadhan dapat dijadikan sebagai ladang amal untuk bantu dan peduli terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan saudaranya karena tertimpa musibah," kata dia.

Prof Zainal mengatakan, dengan berzikir dan mengingat Allah hati dapat menjadi tenang. Pernyataan ini mengutip Firman Allah dalam Surah Ar-Ro’d ayat 28 yang berbunyi 'Hanya dengan mengingat-Ku hati akan menjadi tenang'.
 
Antusias Umat Islam melaksanakan shalat isya, tarawih dan witir di Masjid Baiturrahim/Masjid Raya Palu, pada malam ke empat ramadhan, di Palu, Rabu malam. (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg menyampaikan ceramah di Masjid Baiturrahim/Masjid Raya Palu, pada malam ke empat ramadhan, di Palu, Rabu malam. (Antara/Muhammad Hajiji)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019