Bupati HSU dorong pelestarian kuliner khas daerah

Bupati HSU dorong pelestarian kuliner khas daerah

Pasar wadai. (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)

Amuntai, Kalsel (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Abdul Wahid, mendorong pelestarian dan perkembangan kuliner khas daerah yang kini semakin tergerus dengan tumbuhnya kue-kue modern dan kekinian.anak-anak.

Upaya mendukung berkembangnya kembali kuliner khas daerah tersebut, tambah Wahid di Amuntai, Selasa, dengan memberikan bantuan berupa sarana promosi untuk mengenalkan makanan khas daerah ke masyarakat, terutama ke generasi muda.

Salah satunya adalah dengan memberikan lapak untuk berdagang bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pembuat makanan khas daerah, secara gratis di Pasar Ramadhan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Utara Anisah Rasyidah Wahid mengatakan, generasi muda kini sangat minim pengetahuan terhadap 'wadai' (kue) khas Banjar, karena sulit dijumpai pada hari-hari biasa.

Beberapa kue khas daerah, kata dia, bahkan sudah langka seperti 'Gaguduh Barandam' (Pisang Goreng berkuah), cengkaruk, wajik dan lainnya.

"Anak-anak dan remaja sekarang hanya tahu cemilan dan makanan modern yang justru dikhawatirkan mengandung pengawet sehingga membahayakan kesehatan, dan tidak mengenal kue tradisional daerah," kata Anisah.

Hal itu terjadi, kata dia, karena sebagian jenis kue Banjar sudah jarang ditemui dan diperjualbelikan di warung atau swalayan, selain itu kemasannya juga kurang menarik.

Jenis-jenis kue khas Banjar yang langka ini hanya dibikin masyarakat pada saat tertentu seperti resepsi perkawinan, acara tradisi didesa dan kampung seperti Ba'ayun Mulud, sunatan dan lainnya.

"Orang-orang yang bisa membikin berbagai jenis kue tradisional ini juga semakin sedikit jumlahnya," katanya. Sehingga, perlu upaya untuk melestarikan keberadaan kue khas Banjar, walaupun harus dimodifikasi agar lebih menarik dan kekinian, sehingga bisa diminati generasi muda.

Seiring tibanya Bulan Suci Ramadan, kata Anisah, jenis-jenis kue tradisional yang langka ini kembali bisa ditemui di pasar-pasar Ramadhan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) mengadakan Pasar Ramadhan, yang salah satu tujuannya untuk melestarikan makanan dan kue khas daerah.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten HSU Ahmad Redhani Effendi mengatakan, Pemda menggratiskan 45 lapak untuk berjualan dan tempat parkir agar pedagang dan masyarakat meramaikan keberadaan Pasar Ramadhan.

"Tempat pasar Ramadhan kami pilih di lokasi yang strategis, aman dan nyaman sehingga masyarakat senang berkunjung dan berbelanja di Pasar Ramadan," katanya.*

Baca juga: Palangka Raya libatkan 278 UKM meriahkan "Pasar Wadai" Ramadhan

Baca juga: Bupati Barito Utara ajak masyarakat ciptakan kedamaian Ramadhan

Baca juga: Ada "wadai 41 macam" di Kalsel Ramadan Cake Fair


 
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019