Warga Pamona Utara-Poso, Sulteng masih tidur di tenda

Warga Pamona Utara-Poso, Sulteng masih tidur di tenda

Laporan BMKG dalam situs resminya terkait Gempa Poso bermagnitudo 5,7 SR, Minggu (24/3). (Antaranews Sulteng/Situs BMKG)

Palu (ANTARA) - Sebagian warga di sejumlah desa terdampak bencana alam gempa bumi 5,7 Skala Richter (SR) di Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, hingga kini masih tidur di tenda-tenda yang dibangun sendiri di halaman rumah.

"Saya kemarin Senin (25/3) 2019 sempat ke lokasi bencana di Kecamatan Pamona Utara dan memang sebagian warga memilih untuk membuat tenda karena merasa takut dan khawatir karena trauma dengan gempa yang terjadi di Kota Palu akhir September 2018 lalu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso, Bastian Mentiri, Selasa, di Poso.

Ia mengatakan wajar kalau warga merasa khawatir, sebab bencana alam yang melanda Palu dan beberapa daerah lainnya di Sulteng seperti Sigi dan Donggala memang cukup dasyat dan menimbulkan banyak kerusakan baik bangunan rumah penduduk, perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan, infranstruktur jalan, jembatan, listri, telekomunikasi, sarana air bersih,irigasi dan sarana pendidikan serta kesehatan.

Dampak dari bencana tersebut juga menelan banyak korban jiwa hingga mencapai ribuan jiwa meninggal dunia dan hilang diterjang gempa,tsunami dan likuifaksi.

Rata-rata warga di sejumlah desa di Kecamatan Pamona Utara yang dilanda gempa bumi pada Minggu (24/3) tersebut masih trauma sehingga mereka memilih sementara membuat tenda di halaman yang kosong dan depan rumah.

Saat gempa terjadi, banyak warga yang sedang melaksanakan ibadah di gereja-gereja, sehingga berhamburan keluar karena takut tertimpah reruntuhan bangunan.

Peristiwa tersebut hanya menimbulkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, tetapi tidak parah. Ada rumah atau gereja dan pura tempat sembayang umat Hindu di sejumlah desa di wilayah Pamona Utara yang mengalami retak-retak.

Hanya ada satu dua rumah dan pura yang memang hancur. "Itu pun memang bangunannya hanya dari batako sehingga mudah roboh," kata dia.

Bastian mengimbau warga untuk tidak merasa khawatir berlebihan. "Yang terpenting saat ada gempa jangan tinggal diam dalam rumah atau bangunan. Lebih baik cepat keluar menyelamatkan diri," katanya.

Tidak ada korban jiwa saat gempa bumi mengguncang Pamona Utara pada 24 Maret 2019 itu.

Baca juga: Puluhan rumah di Poso rusak karena gempa
Pewarta : Anas Masa
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019