Jakarta (ANTARA) - YG Entertainment, agensi manajemen yang menaungi grup Bigbang, membantah laporan media bahwa Seungri menyediakan pekerja seks komersial untuk investor asing di bisnis barunya.

"Kami menanyakan hal ini padanya dan ingin mengonfirmasi bahwa artikel tersebut berdasarkan pada pesan teks palsu yang direkayasa," kata YG Entertainment dalam keterangan pers seperti dilansir Yonhap, Selasa (27/2).

Perusahaan itu berjanji akan menindak secara hukum upaya menyebarkan dan membuat rumor palsu, termasuk berita tidak benar.

Meski demikian, polisi mengatakan mereka menyelidiki kasus ini.

"Kami memulai penyelidikan dugaan penyediaan PSK yang mengemuka lewat laporan media," kata petugas dari Kantor Polisi Metropolitan Seoul, menambahkan unit investigasi regional kantor itu yang bertanggungjawab menyelidiki dugaan tersebut.

Sebelumnya, surat kabar di internet menulis berita penyanyi 29 tahun itu berupaya memberikan layanan seksual untuk investor asing di perusahaan yang akan didirikan bersama rekannya pada Desember 2015.

Surat kabar itu mengungkapkan percakapan yang  diduga antara kepala perusahaan dan salah satu pegawainya pada saat itu. Pesan itu memperlihatkan Seungri memerintahkan pegawai untuk membersiapkan kursi dan perempuan untuk investor di klub malam area Gangnam, Seoul.

Seungri turut mendirikan perusahaan Yuri Holdings pada awal 2016 untuk investasi restoran dan bisnis hiburan. Yuri dikenal sebagai pemegang saham dari Burning Sun Entertainment yang mengoperasikan Burning Sun, klub malam Gangnam yang diperiksa polisi atas tuduhan penggunaan narkotika, kekerasan seksual, kekerasan dan korupsi dengan polisi distrik.

Tuduhan itu banyak disorot media karena Seungri bekerja sebagai direktur relasi publik klub tersebut. Dia telah meminta maaf atas skandal itu. Seungri saat ini tidak punya jabatan di Burning Sun dan Yuri Holdings.

Baca juga: YG Entertainment siap orbitkan dua boy band K-pop baru

Baca juga: YG Entertainment respons kabar asmara Kai EXO - Jennie Blackpink

 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019