Perwakilan desa cerita manfaat dana desa

Perwakilan desa cerita manfaat dana desa

Presiden Joko Widodo saat berdiskusi dengan perwakilan pemerintah desa dalam acara Pengarahan kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Ecovention Ocean Ecopark, Ancol, Jakarta pada Rabu (20/2/2019). (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengundang empat perwakilan pemerintah desa untuk menceritakan penggunaan dana desa di daerah masing-masing.
   
"Alhamdulillah dapat dana desa. Kalau di desa saya yang 2016 dibangun untuk gedung PAUD, terus untuk jalan lingkungan," kata perwakilan pemerintah Desa Bandung Jaya, Provinsi Bengkulu, Supriyanti saat berdiskusi dengan Presiden Jokowi di Ecovention Ocean Ecopark, Ancol, Jakarta pada Rabu.
   
Sejumlah pejabat pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan provinsi menghadiri acara pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019.
   
Beberapa perwakilan yang diajak diskusi dipilih secara acak oleh Kepala Negara.
   
Menurut Supriyanti, sejumlah ruas jalan di desanya kini telah dibeton semen, maupun dilapis aspal sesuai kebutuhan.
   
Selain itu Supriyanti juga memberikan Rp100 juta untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa berupa jual beli kopi dan toko bangunan.
   
Aktivitas pendidikan PAUD di desanya pun berkembang, dari awalnya hanya 4 peserta dan saat ini terdapat 18 peserta PAUD.
   
Kemudian perwakilan pemerintah Desa Bener Meriah, di Kabupaten Aceh Tengah bernama Warkap mengatakan dana desa yang didapatnya pada 2018 dimanfaatkan untuk mengalirkan air dan sanitasi warga.
   
"Untuk mengambil air bersih dan disalurkan ke desa pakai pipa. Sekitar Rp500 juta dananya," kata Warkap.
   
Namun untuk sementara, air dari Gunung Burni Telong itu disimpan di bak penampungan bersama.
   
Kemudian perwakilan pemerintah desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau bernama Aswanto menceritakan rencananya menggunakan dana desa 2019 untuk membangun jalan desa dan gedung PAUD.
   
Dia menjelaskan pengajar untuk fasilitas PAUD itu juga dibayarkan melalui dana desa.
   
"Yang lainnya saya berikan kepada pemberdayaan masyarakat yaitu kelompok-kelompok usaha tani untuk cabe," ujar Aswanto.
   
Lalu perwakilan pemerintah Desa Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur bernama Ari Samsung menyampaikan dana desa pada 2020 direncanakan untuk membangun sambungan air bersih ke rumah-rumah.
   
"Karena 2018 kemarin saya sudah membangun sepanjang 4.700 meter untuk jaringan utama dan direncanakan sambungan rumahnya berikutnya," jelas Ari.
   
Menanggapi penjelasan dari kepala desa itu, Presiden berpesan agar pemerintah desa selalu memperhitungkan pemanfaatan fasilitas yang dibangun.
   
Jokowi mengarahkan pemerintah desa untuk merencanakan secara matang penggunaan dana desa agar bermanfaat dan produktif.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019