PMI buka klinik keliling layani korban gempa NTB

PMI buka klinik keliling layani korban gempa NTB

Pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi menerima perawatan medis setibanya di Pos Bawaknao, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018). Sebanyak 560 pendaki sempat terjebak di Gunung Rinjani akibat gempa bumi yang terjadi pada hari minggu (29/7/2018). (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia menyediakan pelayanan kesehatan dengan klinik keliling dan membuka dapur umum di lokasi terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa, PMI menyediakan klinik keliling di wilayah Sambelia, Lombok Timur, yang merupakan wilayah terdampak gempa yang berada di pegunungan dan paling sulit dijangkau.

Selain itu, PMI membuka layanan dapur umum di wilayah Bayan, Lombok Utara, sebagai kelanjutan dari operasi tanggap darurat bencana gempa yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada Minggu (29/7).

Dapur umum disiagakan di wilayah Sambelia, Lombok Timur, dan Bayan di Lombok Utara untuk menyiapkan makanan siap saji 770 porsi per hari untuk kebutuhan masyarakat terdampak.

Untuk pelayanan kesehatan, PMI menyiapkan tujuh ambulans untuk membantu masyarakat terdampak bencana itu yang membutuhkan bantuan medis.

Di wilayah Bayan, Lombok Utara, PMI membuka layanan kesehatan dengan 12 personel dari kalangan relawan. PMI juga memobilisasi 108 personel relawan tambahan untuk membantu masyarakat terdampak.

Kepala Sub Tanggap Darurat PMI Pusat Ridwan Sobri Carman menjelaskan pelayanan kesehatan, dapur umum, serta asesmen merupakan bantuan PMI yang difokuskan untuk masyarakat terdampak pada tahap emerjensi awal ini.

"Kami menurunkan para relawan dari wilayah Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa. Mereka tersebar untuk melakukan kegiatan asesmen kebutuhan masyarakat di lapangan, memberikan pertolongan pertama dan ambulans, serta dapur umum," kata dia.

Untuk mengoptimalkan bantuan kepada masyarakat, PMI juga memobilisasi dua tangki air, menyediakan bantuan 250 selimut, dan 250 terpal yang saat ini telah tiba di Lombok.

Berdasarkan laporan relawan PMI di lokasi gempa di Lombok Timur, masyarakat masih berada di sejumlah titik evakuasi yang dibuat secara mandiri maupun yang telah didirikan oleh sejumlah lembaga. Beberapa juga menghuni tempat di sawah atau kebun mereka.

Masyarakat juga masih takut untuk kembali ke rumah dan mengalami trauma akibat gempa yang cukup besar serta dampaknya terhadap rumah-rumah yang hancur.

Saat ini masyarakat terdampak gempa Lombok membutuhkan bantuan makanan serta air minum, tenda, juga bantuan medis.

Baca juga: Lima perempuan berjuang melahirkan di tenda pengungsi

Baca juga: Tiga pendaki Rinjani akan dievakuasi dengan helikopter

Baca juga: Kemarin, pendaki Rinjani berhasil dievakuasi dan soal pertemuan SBY-Prabowo
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018