Kemenag mulai latih petugas haji 2018

Kemenag mulai latih petugas haji 2018

Petugas memeriksa jenis obat-obatan yang dibawa oleh jemaah calon haji di Asrama Haji Transit Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (2/8/2017). Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan jenis obat yang dapat digunakan ataupun dilarang untuk dibawa oleh jemaah ke tanah suci. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Agama memulai Pelatihan Panitia Petugas Haji (PPIH) 1939 Hijriyah/ 2018 Masehi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa.

"Petugas diberi orientasi sesuai bidang tugasnya seperti untuk pelayanan umum, bimbingan ibadah dan kesehatan," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Umrah Nizar Ali.

Pelatihan PPIH tahun ini diselenggarakan pada 26 Juni-4 Juli 2018.

Dia mengatakan pelatihan itu menyasar dua kelompok calon petugas haji yang akan bertugas melayani jamaah.

Nizar mengatakan di antara petugas yang akan menyertai jamaah haji atau biasa disebut kelompok terbang (kloter) dan petugas yang tidak menyertai jamaah haji (nonkloter).

Baca juga: Ratusan petugas haji jalani orientasi di Jeddah

Petugas kloter terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

Sebelumnya, Direktur Bina Haji Khoirizi Dasir mengatakan jamaah haji Indonesia 2018 terbagi dalam 511 kloter. Karena itu, diperlukan 511 TPHI dan 511 TPIHI.

Sementara kuota petugas nonkloter yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi setidaknya sekitar 800 petugas.

Baca juga: Kementerian Agama seleksi calon petugas haji 2018
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018