Dubes Azerbaijan beri semangat pemuda tingkatkan iptek

Dubes Azerbaijan beri semangat pemuda tingkatkan iptek

The Azerbaijani Extraordinary and Plenipotentiary Ambassador to Indonesia, Tamerlan Garayev. (Bambang Purwanto)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Dr. Tamerlan Garayev memberikan semangat kepada sejumlah pemuda dari "Muslim Youth Forum" untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi saat berbuka puasa bersama di kedutaannya di Jakarta, Kamis.

"Para pemuda saat ini akan memainkan peran penting di masa depan menggantikan generasi sebelumnya karena itu mereka harus mempersiapkan diri dengan memiliki pendidikan sebagai penunjang masa depan," kata Dubes Garayev yang telah bertugas di Jakarta selama lebih enam tahun.

Lebih jauh dia menyebutkan peranan pendidikan dalam Islam dan ayat pertama yang diturunkan berbunyi "iqra" yang berarti bacalah dan membaca merupakan aktivitas utama dalam kegiatan ilmiah.

Dia mengatakan dirinya mengagumi Indonesia yang telah memberlakukan sistem demokrasi ril dan memiliki Komite Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya telah mengunjungi banyak negara tapi Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dapat melaksanakan sistem demokrasi yang ril," ujarnya.

"Muslim Youth Forum on International Issues" bekerja sama dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia menyelenggarakan acara tatap muka dan buka puasa dengan Dubes Garayev dan staf. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan dari berbagai pusat kajian, akademisi dan wartawan.

Pada bagian lain dia menjelaskan perjalanan sejarah berdirinya Azerbaijan pada 28 Mei tahun 1918 dan dua tahun kemudian dijajah Uni Soviet, hingga mendapatkan kembali kedaulatannya 71 tahun kemudian. Kedutaan Besar Azerbaijan di Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan negaranya baru-baru ini di sebuah hotel di Jakarta.

"100 tahun tidak saja diperingati untuk kemerdekaan Azerbaijan, namun juga untuk memperingati 100 tahun lahirnya parlemen, hak pilih perempuan dan pasukan bersenjata Azerbaijan," kata dia.

Azerbaijan merupakan salah satu negara yang pertama kali menerapkan kesetaraan hak perempuan dan laki-laki di bidang politik. Perempuan Azerbaijan sejak puluhan tahun lalu sudah diberikan hak politik untuk ikut memberikan suaranya dalam penentuan kebijakan negara termasuk dalam pemilu.

Indonesia dan Azerbaijan menandai ulang tahun ke-25 hubungan bilateral tahun lalu. Indonesia menjadi negara terbesar kedua di antara mitra dagang luar negeri Azerbaijan.

Dubes Garayev menyebutkan Bahasa Indonesia diajarkan di Universitas Bahasa Azerbaijan dan juga mendirikan pusat olah raga bela diri asal Indonesia, Pencak Silat.
Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018