Korban banjir Semarang mulai terserang penyakit

Korban banjir Semarang mulai terserang penyakit

Sejumlah kendaraan bermotor melintasi banjir di Jalan Kaligawe, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/2/2018). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra) ()

Semarang (ANTRA News) - Warga korban banjir di Kelurahan Trimulyo, Semarang, Jawa Tengah mulai terserang penyakit, seperti gatal-gatal hingga diare seiring banjir yang belum juga mengering.

Seperti diungkapkan Yani, warga Trimulyo, Semarang, Senin, keluarganya sudah terkena berbagai macam penyakit sejak beberapa hari lalu, termasuk anaknya yang terkena diare dan gatal-gatal.

"Anak-anak saya kena diare, hingga muntah dan demam. Sakit semua. Ya, terpaksa pakai obat seadanya. Mau ke rumah sakit (RS) saya taku karena tidak ada biaya," kata ibu tiga anak tersebut.

Meski sudah 18 tahun tinggal di kawasan Trimulyo, buruh pabrik di Kawasan Industri Terboyo Semarang itu mengaku belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Semarang.

"Belum ada bantuan pengobatan. Paling saya siapkan obat yang dibeli dari toko untuk jaga-jaga. Kalau untuk gatal-gatal sudah ada, cuma untuk diare, muntah, dan demam, ya, seadanya," katanya.

Senada, Astuti, warga Trimulyo, Semarang, mengakui kakinya gatal-gatal terkena kutu air karena sering berendam di banjir yang merendam kawasan permukimannya dalam waktu yang cukup lama.

"Tidak cuma pas hujan, kalau enggak hujan pun banjir. Dari rob air laut biasanya menggenangi (wilayah, red.) RT 1/RW I sini," kata warga RT 1/RW I, Trimulyo, Semarang itu.

Ia mengatakan sudah berbulan-bulan selalu dihadapkan dengan banjir, tetapi yang paling parah mulai Rabu (14/2) lalu setelah hujan deras yang sampai sekarang belum kering juga.

"Banyak warga sini yang mengungsi dan belum pulang. Ada juga yang tetap memilih bertahan di rumah, seperti saya. Dua anak saya juga kena gatal-gatal, mual, diare, dan pusing," katanya.

Anaknya yang duduk di madrasah tsanawiyah (MTs) belum kembali ke sekolah, kata dia, sementara anaknya yang sudah besar dan sekolah di madrasah aliyah (MA) tetap berangkat meski kurang sehat.

"Dua minggu lalu pernah ada bantuan pengobatan gratis dari rumah sakit, kalau dari Pemerintah Kota Semarang belum. Mau mengungsi juga tidak punya saudara di Semarang," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agus Harmunanto mengakui telah menerima informasi mengenai dampak banjir di Genuk, yakni berbagai penyakit yang mulai menyerang warga.

"Peran saya hanya sebagai koordinator. Jika ada warga butuh bantuan atau kendala apa, saya teruskan. Seperti keluhan penyakit yang dialami warga, saya teruskan ke Dinas Kesehatan," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018