Pirelii ungkap biang kerok sejumlah insiden ban pecah di GP Qatar

Pirelii ungkap biang kerok sejumlah insiden ban pecah di GP Qatar

Pebalap tim McLaren Lando Norris menjalani sesi latihan Grand Prix Qatar, Sirkuit Internasional Losail. (19/11/2021) (ANTARA/REUTERS/HAMAD I MOHAMMED/POOL)

Jakarta (ANTARA) - Pirelli mengungkap sejumlah insiden kegagalan ban di Grand Prix Qatar disebabkan karena para pebalap berulang kali melindas kerb sirkuit dan bukan karena cacat produksi.

Pebalap Mercedes Valtteri Bottas, duet tim Williams George Russell dan Nicholas Latifi, serta pebalap tim McLaren Lando Norris mendapati ban kiri depan mobilnya pecah di balapan malam hari di Sirkuit Losail dua pekan lalu saat mereka berupaya membuat strategi satu kali pitstop bekerja.

"Berdasarkan temuan sejauh ini, asal mula masalahnya terutama karena lamanya waktu ban ini dijalankan di atas kerb, dengan kecepatan tinggi dan dengan beban lateral dan vertikal yang cukup besar," demikian pernyataan Pirelli seperti dilansir Reuters, Jumat, jelang Grand Prix Arab Saudi.

Baca juga: Statistik Grand Prix F1 Arab Saudi

Pemasok utama ban untuk F1 itu mengatakan situasinya unik di Sirkuit Losail, trek yang menjadi langganan tuan rumah MotoGP dan untuk pertama kalinya digunakan di F1.

Pirelli menyebut pemakaian ban untuk melindas kerb telah merusak konstruksi ban dan menyebabkan hilangnya tekanan di dinding samping bagian dalam, yang menyebabkan struktur runtuh setelah beberapa detik.

Baca juga: Russell ditugasi Mercedes uji ban baru Pirelli di tes Hungaria
Baca juga: Verstappen tak senang dengan penjelasan Pirelli soal pecah ban di Baku
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021