Anggota DPR: Pemerintah bertindak cepat cegah COVID-19 gelombang tiga

Anggota DPR: Pemerintah bertindak cepat cegah COVID-19 gelombang tiga

Ilustrasi - Penyekatan jalan dalam kota yang dilakukan di Kota Bandarlampunng pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Rabu, (24/11/2021). ANTARA/Dian Hadiyatna.

Jakarta (ANTARA) -
Anggota Komisi IX DPR RI Abidin Fikri menilai pemerintah telah bertindak cepat mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19 dengan menerapkan PPKM Level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru.
 
Abidin Fikri kepada wartawan di Jakarta Jumat, mengatakan pemerintah juga mencegah menyiagakan 1.200 rumah sakit rujukan, dan penyiapan alat kesehatan seperti oksigen.
 
"Kemenkes menjelaskan sudah siap sedia untuk menangani itu kalau terjadi lonjakan karena berdasarkan pengalaman, setelah dikoordinasikan secara baik dengan pihak terkait, rumah sakit, pengadaan alkes, dan oksigen dan sebagainya," kata dia.

Baca juga: 1.200 rumah sakit disiagakan antisipasi gelombang ketiga COVID-19
 
Dia mengatakan mutasi virus COVID-19 di setiap negara berbeda-beda. Kemudian, gelombang ketiga COVID-19 tentu menjadi ancaman.
 
Lalu, katanya tidak bisa dipastikan juga mutasi virus COVID-19 di dalam negeri. Menurut dia, PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru itu merupakan bentuk kewaspadaan dari pemerintah.
 
"Sehingga pemerintah dalam hal ini bertindak cepat untuk menghindari, karena dari beberapa pengalaman kemungkinan lonjakan yang tinggi itu karena adanya kerumunan," ucapnya
 
Sebab, kata Abidin Fikri kerumunan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru sangat mungkin terjadi. Maka itu, dia menilai perlunya upaya tracing, testing, dan treatment (3T) untuk mengantisipasi potensi terjadinya gelombang ketiga COVID-19.
 
"Oleh karena itu di bandara-bandara, saya kira ini imbauan juga kepada pemerintah agar diperketat yang masuk ke Indonesia terutama dari negara-negara yang sekarang sedang mengalami lonjakan gelombang ketiga ini," kata dia.
 
Dia juga menilai perlunya penjelasan yang persuasif kepada masyarakat terkait penerapan PPKM level 3 itu. Menurutnya semua pihak perlu berperan dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat, seperti tokoh agama, dan asosiasi kepala daerah.
 
"Oleh karena itu saya berharap kepada pemerintah daerah melalui Forkopimda, DPRD, itu juga turut bersama-sama, ya memang harus sabar, ini kan berkaitan dengan nyawa manusia, kalau tidak tepat jadi masalah," ujarnya.

Baca juga: Instruksi Mendagri pencegahan COVID-19 pada Natal dan tahun baru

Baca juga: Legislator: Jangan ada gelombang ketiga COVID-19 demi siswa sekolah

 
Baca juga: Pakar: Gelombang ketiga bisa dihindari bila vaksinasi maksimal

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021