Dua dari 13 daerah di Sulteng tidak ditemukan kasus aktif COVID-19

Dua dari 13 daerah di Sulteng tidak ditemukan kasus aktif COVID-19

Petugas Psikologi Kepolisian bermain dan menghibur anak-anak yang merasakan dampak langsung pandemi COVID-19 di Taman GOR Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/11/2021). Dukungan psikososial oleh Polda Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sulawesi Tengah serta instansi terkait tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak yang merasakan langsung dampak pandemi COVID-19 untuk dapat beraktivitas dan belajar. ANTARA/Mohamad Hamzah.

Palu (ANTARA) - Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat dua dari 13 daerah di Sulteng tidak ditemukan lagi kasus aktif COVID-19 atau nol kasus saat ini.

"Dua daerah yang berhasil menekan kasus aktif COVID-19 hingga nol yakni Kabupaten Banggai Laut dan Morowali," katanya Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Adiman di Kota Palu, Minggu malam.

Ia menerangkan secara kumulatif sudah ditemukan 439 kasus aktif atau 439 orang yang telah terpapar COVID-19 di Banggai Laut. Dari 439 orang tersebut, 410 orang dinyatakan telah sembuh dan 29 orang yang terpapar dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 DIY bertambah 11 orang

Kemudian di Morowali hingga kini tercatat sudah 2.393 orang yang terkonfirmasi terpapar COVID-19. Dari 2.393 orang tersebut, 2.325 orang dinyatakan telah sembuh dan 68 orang meninggal dunia.

"11 daerah lainnya masih ditemukan kasus aktif COVID-19 meliputi 11 orang di Poso, delapan orang di Sigi dan Tolitoli, lima orang di Parigi Moutong dan Donggala, empat orang di Morowali Utara,"ujarnya.

Kemudian, lanjut Adiman, tiga orang di Banggai, Banggai Kepulauan, Buol dan Kota Palu, dua orang di Tojo Una-Una.

Baca juga: DKI tambah kasus harian positif COVID-19 terbanyak capai 111 orang

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," terangnya.

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021