Satgas: Kasus COVID-19 di Kepri semakin terkendali

Satgas: Kasus COVID-19 di Kepri semakin terkendali

Juru Bicara COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan kasus COVID-19 di wilayah itu semakin terkendali, karena masyarakat konsisten menerapkan protokol kesehatan, dan persentase vaksinasi mencapai 84 persen dari 1,3 juta orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Ahad, mengatakan kasus aktif COVID-19 berkurang 10 orang sehingga sekarang tinggal 40 orang.

Kasus aktif COVID-19 tersebar di Batam sebanyak 7 orang, Tanjungpinang 6 orang, Bintan 3 orang, Karimun 16 orang, dan Natuna 8 orang. Sedangkan Kabupaten Lingga dan Kepulauan Anambas nol kasus aktif COVID-19.

Kasus aktif COVID-19 di Kepri bertambah hanya satu orang sehingga total kasus menjadi 53.828 orang, tersebar di Batam 25.904 orang, Tanjungpinang 10.218 orang, Bintan 5.579 orang, Karimun 5.481 orang, Anambas 1.842 orang, Lingga 2.310 orang, dan Natuna 2.494 orang.

Baca juga: Satgas laporkan kasus aktif COVID-19 di Kepri tinggal 50 orang

Baca juga: PPKM Provinsi Kepulauan Riau bertahan di level satu


"Penambahan satu pasien baru terjadi di Karimun," katanya, yang juga mantan Kadis Kesehatan Kepri.

Tjetjep mengemukakan total jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sejak pandemi mencapai 52.033 orang, tersebar di Batam 25.057 orang, Tanjungpinang 9.810 orang, Bintan 5.396 orang, Karimun 5.304 orang, Anambas 1.796 orang, Lingga 2.225 orang, dan Natuna 2.445 orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi COVID-19 sebanyak 1.755 orang, tersebar di Batam 840 orang, Tanjungpinang 402 orang, Bintan 180 orang, Karimun 161 orang, Anambas 46 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 41 orang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas," ucapnya.*

Baca juga: Satgas: Kasus aktif COVID-19 di Kepri tinggal 96 orang

Baca juga: Satgas: Kasus aktif COVID-19 di Batam tinggal 16 orang
Pewarta : Nikolas Panama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021