Menko PMK ajak kader IMM warnai Indonesia dengan membangun ekonomi

Menko PMK ajak kader IMM warnai Indonesia dengan membangun ekonomi

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (ketiga kiri), Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (kedua kiri) saat menghadiri Muktamar XIX IMM di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (22/10/2021) (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengajak semua kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) agar membangun kesadaran di bidang ekonomi demi mewarnai Indonesia di masa kini dan mendatang.

"Kita masih tertinggal jauh dengan aspek ekonomi dan kalau kita ingin ikut mengambil bagian dalam memberikan warna Indonesia, harus kuasai ekonomi," kata Menko PMK saat menghadiri Muktamar XIX IMM di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat.

Menko Muhadjir menekankan kepada para peserta Muktamar XIX IMM agar bergelut pada bidang ekonomi. Dia meminta agar kegiatan itu bisa membicarakan agenda-agenda yang lebih strategis seperti jaringan apa yang harus dibangun secara nasional mulai dari sifatnya politik termasuk ekonomi.

"Sekarang ini yang sangat saya harapkan adalah kebangkitan akan kesadaran pentingnya sektor ekonomi untuk kita semua," ujar dia.

Dia mengakui bahwa untuk terlibat pada sektor ekonomi memang mempunyai risiko, namun menurutnya, jika dimulai dari hal-hal kecil maka ke depannya bisa menghasilkan sesuatu yang lebih besar.

 
Peserta Muktamar XIX IMM saat mendengarkan arahan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (22/10/2021) (ANTARA/Harianto)


Meski begitu, dia menggugah para kader IMM agar memiliki keberanian dalam menggeluti bidang ekonomi, sebab dia menilai tidak ada orang berkuasa tanpa menguasai sektor ekonomi karena sangat strategis.

"Apalagi dengan sistem politik yang sangat rasional begini, massa itu bisa dibeli, tapi kalau ekonomi itu tidak bisa didapat secara serta merta. Kalau kita ingin membangun pondasi ekonomi yang kokoh harus dirintis dari bawah dan ini harus ada keberanian. Namanya berekonomi tidak ada tanpa risiko," ujar dia.

Dia bercerita bahwa pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan di masa kepemimpinanya saat melakukan gerakan dulunya cukup banyak pada bidang ekonomi demi menghidupkan organisasi.

"Sekarang kan sudah era online semua mestinya kader-kader ini memang harus memanfaatkan itu untuk bangunan transformasi Muhammadiyah pada era sekarang ini," tutur Menko PMK.

Selain itu, dia juga mengajak agar semua kader IMM dapat membangun jaringan sampai di tingkat pusat, sehingga semua urusan organisasi dapat berjalan baik ke depannya.

Kegiatan nasional Muktamar XIX IMM yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebelumnya dibuka secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Kamis (21/10). Kegiatan itu akan berlangsung hingga Sabtu (23/10).

Baca juga: Muktamar IMM agenda nasional pertama di Kendari sejak jadi zona hijau

Baca juga: Menko PMK borong gulali lalu bagikan ke anak SD di Kendari

Baca juga: Menko PMK temukan warga Kendari belum terima bansos PKH
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021