KH Said Aqil Sirajd siap kembali calonkan diri sebagai ketua umum PBNU

KH Said Aqil Sirajd siap kembali calonkan diri sebagai ketua umum PBNU

Dokumentasi - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirajd menerima kunjungan kerja Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS ke Kantor PBNU di Jakarta, Senin (30/8/2021). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirajd menyatakan siap kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon ketua umum PBNU periode mendatang, dalam Muktamar yang akan berlangsung pada tanggal 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung.

“Kalau diminta oleh para kiyai saya siap (mencalonkan diri),” kata KH Said Aqil Sirajd di Banda Aceh, Selasa.

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada para tokoh termasuk kiyai besar seperti Tuan Guru Turmudzi dari Lombok, Kiyai Muhtadi dari Banten, para kiyai dari Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk Habib Luthfi juga meminta dirinya agar kembali mencalonkan diri.

Baca juga: Muktamar Ke-34 NU: Menghindari The Lost Generation

Bahkan salah satu ulama Aceh Teungku Nuruzzahri atau Waled NU juga meminta agar dirinya kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU periode ke depan.

KH Said Aqil Sirajd mengatakan salah satu visi dan misi pencalonan dirinya ke depan sebagai calon Ketua Umum PBNU, yakni untuk meningkatkan kualitas kemandirian NU termasuk dalam budaya dan pendanaan.

Ia menyatakan NU harus mandiri secara finansial, tidak minta-minta, termasuk dalam pembangunan masjid, madrasah maupun pondok pesantren juga harus mandiri, dengan melibatkan kemandirian bersama ummat.

Misalnya, ada satu juta warga NU yang memberi sumbangan sehari Rp1 ribu dikali sebulan dan dikalikan satu tahun, maka berapa besar jumlah dana yang akan dimiliki NU dengan sumbangan tersebut, tuturnya.

“Jadi, kita ingin NU yang mandiri, terhindar dari aliran apa pun yang berbahaya seperti radikal, sekuler atau liberal,” katanya menegaskan.

Baca juga: Gus Yahya klaim didukung 80 persen PWNU dalam Muktamar Ke-34 NU

Menurutnya, dalam kepemimpinannya selama ini, NU tidak berpihak kepada aliran kiri dan aliran kanan (radikal, sekuler atau liberal). Akan tetapi, NU selalu menghormati jalan tengah, katanya.

NU tidak kanan dan tid kiri, selalu menghormati jalan tengah, kemandirian finansial, tidak minta-minta, masjid, madrasah, pesantren.

KH Said Aqil Siradj juga mengatakan selama 10 tahun memimpin NU, selama ini dirinya telah melakukan berbagai terobosan di
antaranya seperti membangun 34 perguruan tinggi negeri tersebar di sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung,

Kemudian di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah daerah lainnya termasuk di seluruh Pulau Jawa.

Kemudian  ia juga selama kepemimpinannya di PBNU, KH Said Aqil Siradj juga telah banyak melahirkan ide dan gagasan termasuk mencetus lahirnya badan hukum NU, Undang-Undang Pesantren, Peringatan Hari Santri, pengkaderan NU melalui MKNU, hadirnya TVNU, portal islam terbesar yakni Nuonline, serta sejumlah prestasi lainnya, katanya menuturkan.

Baca juga: PWNU Sulteng dukung Gus Yahya maju ketum NU
Baca juga: Pengamat: Pemilihan Ketum PBNU tentukan masa depan Cak Imin di PKB
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021