Sandiaga: Investasi UEA ke Aceh sinyal kebangkitan sektor parekraf

Sandiaga: Investasi UEA ke Aceh sinyal kebangkitan sektor parekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berkunjung ke wisata sejarah kapal PLTD Apung I, Kota Banda Aceh, Selasa (19/10/2021). ANTARA/Khalis.

Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai bahwa investasi sektor pariwisata Uni Emirat Arab (UEA) ke Pulau Banyak, Aceh menjadi sinyal kebangkitan untuk membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita inginkan ini sebagai sinyal kebangkitan, dan awal dari semangat untuk membangun pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Ini terbesar sepanjang sejarah, dan kita harapkan investasi ini akan menyejahterakan masyarakat Aceh,” kata Sandiaga di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan Menparekraf terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dalam hal percepatan realisasi investasi UEA sebesar 500 juta dolar AS tersebut di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

Menparekraf juga sedang mempersiapkan semua kelengkapan administrasi yang dibutuhkan, dan kesiapan pemerintah pusat maupun daerah dalam menyambut investasi jumbo itu, yang direncanakan penandatanganan perjanjian investasi akan berlangsung di Abu Dhabi pada Oktober 2021.

“Rencananya bapak Gubernur Aceh akan berangkat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab untuk penandatanganan di depan Presiden (Joko Widodo),” kata Sandiaga.

Sebelumnya, Pengamat ekonomi dari Universitas Syiah Kuala Dr Muhammad Nasir menilai rencana investasi UEA di Pulau Banyak dapat menambah kesempatan kerja di Aceh serta membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.

"Investasi ini diharapkan bisa menambah kesempatan kerja di Aceh, dengan tujuan akhir dapat berkontribusi pada pengurangan kemiskinan yang selama ini relatif tinggi di Sumatera," kata Muhammad Nasir.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Aceh pada Februari 2021 sebesar 6,30 persen. Maka diharapkan dengan adanya penambahan investasi, tingkat pengangguran dapat terus berkurang.

Pada triwulan II 2021 pembentukan modal tetap bruto atau investasi di Aceh tumbuh 1,85 persen secara year on year (yoy) atau meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 1,59 persen (yoy).

"Akselerasi kinerja investasi tersebut seiring dengan membaiknya ekonomi yang menyebabkan pelaku usaha optimis dalam melakukan investasi," kata alumni Georgia State University, USA & University of Bonn, Jerman itu.

Rencana investasi UEA sebesar 500 juta dolar AS di Pulau Banyak bisa memperkuat kontribusi beberapa sektor ekonomi seperti sektor pariwisata, hotel, dan restoran, transportasi, perdagangan, jasa, bahkan bisa juga menambah kontribusi sektor-sektor terkait lainnya.

Baca juga: Menteri BUMN: Investasi Bakauheni Harbour City capai Rp1 triliun
Baca juga: Luhut pastikan UEA investasi bangun resort di Aceh Singkil
Baca juga: Percepat pemulihan Bali, Kemenko Marves gelar forum investasi
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021