35 ribu jamban gratis dibangun di Jateng kurangi BAB sembarangan

35 ribu jamban gratis dibangun di Jateng kurangi BAB sembarangan

Petugas mengecek kloset yang akan diberikan kepada warga miskin melalui Program Stimulan Bansos Jamban Gratis oleh Pemprov Jawa Tengah. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng/2021)

Semarang (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun 35 ribu jamban gratis kepada warga miskin melalui program bantuan sosial (bansos) stimulan sebagai upaya mengurangi buang air besar (BAB) sembarangan.

"Dengan program bansos stimulan jamban gratis tersebut, diperkirakan 94,47 persen kepala keluarga di Jateng telah terbebas dari BAB sembarangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo di Semarang, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa dalam memberikan bansos stimulan jamban kepada warga miskin tersebut, Pemprov Jateng menggandeng sejumlah pihak yang berkompeten.

"Kami menggandeng pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, para donatur, para sukarelawan yang semuanya bersatu padu untuk mewujudkan 'open defecation free' di Jateng," katanya.

Ia menyebutkan berdasarkan data Dinkes Jateng tercatat bansos stimulan jamban telah dibagikan sejak 2015-2021 dengan jumlah totalnya 35 ribu paket jamban.

Per paket bantuan itu, kata Yulianto Prabowo, terdiri atas semen, kloset, pipa paralon, bahkan Pemprov Jateng juga akan membagikan 8 ribu paket jamban gratis.

Baca juga: KSAD: TNI canangkan bangun satu juta jamban

Baca juga: Jamban dan Rp56 triliun

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan keberadaan jamban merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan pemerintah dalam mengurangi kemiskinan di masyarakat.

Sebab, kata dia, jamban rumah merupakan salah satu indikator kemiskinan, di samping kondisi atap, lantai, dinding, rumah, listrik, hingga air bersih.

"Salah satunya setelah kami cek ya itu pada tidak punya jamban, tidak punya listrik, sumber air bersih. Ini yang akan kami 'keroyok' (tangani)," katanya.

Sebelumnya, pemegang program Bansos Jamban Dinkes Jateng Ayu Novioktaviana Hapsari bersama tim telah melakukan kegiatan pemantauan ke penerima manfaat bansos di Kabupaten Brebes diantaranya di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, dan Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba.
Pada 2021 ini Kabupaten Brebes menerima 978 paket bansos stimulan jamban.

"Harapannya, upaya pemprov akan bisa mengubah perilaku masyarakat untuk setop BAB sembarangan," katanya.

Baca juga: Dorong hidup sehat, Japfa bantu bangun jamban untuk warga Sragen

Baca juga: Jamban belum terjangkau 1.884 keluarga di Banjit Lampung

Baca juga: 200 keluarga di Goreng Meni punya jamban sehat berkat Dana Desa

Baca juga: Jamban dan kebiasaan BABS


 
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021