Konsumsi sayur dan buah berpengaruh pada kesehatan mental anak

Konsumsi sayur dan buah berpengaruh pada kesehatan mental anak

Ilustrasi konsumsi buah dan sayur pada anak (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rajin mengkonsumsi buah dan sayuran segar berpengaruh pada kesehatan mental anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Melansir Healthline pada Rabu, penelitian yang dipublikasikan di BMJ Nutrition, Prevention & Health menunjukkan bahwa asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi sangat terkait dengan kesehatan mental yang lebih baik pada anak sekolah menengah. Selain itu, penelitian juga menunjukkan sarapan dan makan siang bergizi dikaitkan dengan kesejahteraan emosional pada usia berapapun.

"Senang melihat penelitian yang fokus pada anak-anak, nutrisi yang baik, dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Tampaknya ada lebih banyak stres dan kecemasan pada anak-anak sekarang, terutama dengan pandemi dan di mana mereka berada di rumah terlalu lama yang jauh dari teman sebaya dan keluarga mereka," kata Audrey Koltun, RDN, CDCES, CDN, yang berspesialisasi dalam endokrinologi pediatrik di Cohen Children's Medical Center dari NY.

Baca juga: Psikolog: Mitos dan stigma kendala tangani masalah kesehatan mental

Baca juga: Hari Kesehatan Mental jadi momentum tingkatkan akses kesehatan jiwa


Untuk mengeksplorasi apakah pilihan makanan dapat dikaitkan dengan kesehatan mental, para peneliti menggunakan survei lebih dari 50 sekolah di Inggris.

Secara total, hampir 11.000 siswa menyelesaikan survei (dengan 8.823 survei yang valid) dan bukti menunjukkan bahwa skor kesehatan mental rata-rata adalah 46,6 dari 70 untuk anak-anak sekolah menengah dan 46 dari 60 untuk anak-anak sekolah dasar.

Dari jumlah tersebut, hanya 25 persen anak sekolah menengah dan 28,5 persen anak sekolah dasar yang melaporkan makan lima porsi buah dan sayuran yang direkomendasikan setiap hari.

Sepuluh persen dan sembilan persen, masing-masing, tidak makan buah dan sayuran. Sekitar 21 persen anak-anak sekolah menengah dan 12 persen siswa sekolah dasar hanya mengkonsumsi minuman non-energi atau tidak sama sekali untuk sarapan, sementara 11 persen tidak makan siang.

Penelitian menemukan bahwa siswa yang makan satu atau dua porsi harian buah dan sayuran mencetak 1,42 unit lebih tinggi, sementara makan tiga atau empat porsi menunjukkan peningkatan 2,34 unit. Mereka yang makan lima porsi atau lebih memiliki skor 3,73 unit lebih tinggi.

"Pada tingkat mendasar, nutrisi yang cukup diperlukan untuk menyediakan bahan pembangun bagi perkembangan dan fungsi tubuh baik pada anak-anak maupun orang dewasa, termasuk pertumbuhan dan replikasi sel, sintesis DNA, neurotransmitter serta metabolisme hormon, khususnya penting bagi anak-anak, nutrisi optimal sangat penting untuk perkembangan otak," kata para peneliti.

Penulis penelitian mengakui penelitian mereka memiliki keterbatasan, termasuk fakta bahwa tanggapan survei bisa jadi tidak akurat.

Pentingnya buah dan sayur untuk kesehatan mental

Koltun mengatakan buah dan sayuran kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Buah-buahan dan sayuran membawa serangkaian manfaat fisik yang kuat.

Kaitan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental telah lama diketahui, termasuk hubungan antara pola makan yang sehat dan suasana hati pada orang dewasa.

"Saya biasanya menyarankan pola makan yang mencakup berbagai jenis makanan termasuk makanan nabati, membatasi karbohidrat dan gula olahan serta minum lebih banyak air dan sedikit atau tanpa minuman manis,” kata Koltun.

Makan protein tanpa lemak juga dapat membantu orang menghindari "sugar crash" atau kondisi di mana seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi sehingga lemas, sakit kepala, pusing, lesu, merasa lelah.

"Kita tahu bahwa nutrisi yang baik dapat membantu perkembangan otak, tetapi sekarang fakta bahwa hal itu berdampak pada kesejahteraan mental sangat besar. Kami dapat menambahkan ini ke daftar alasan mengapa nutrisi yang baik dan kebiasaan makan yang baik dapat membantu pasien anak kami," kata Koltun.

Para peneliti berharap hasil penelitian dapat mendorong pejabat setempat untuk memberlakukan kebijakan yang akan membantu anak-anak mendapatkan lebih banyak akses ke makanan bergizi dan segar baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Penelitian ini sendiri berbasis di Inggris dan Amerika Serikat, berarti banyak anak yang memiliki sedikit akses untuk mendapatkan buah dan sayuran segar yang terjangkau setiap harinya.

"Strategi kesehatan masyarakat dan kebijakan sekolah harus dikembangkan untuk memastikan bahwa nutrisi berkualitas baik tersedia untuk semua anak baik sebelum dan selama sekolah untuk mengoptimalkan kesejahteraan mental dan memberdayakan anak-anak untuk memenuhi potensi penuh mereka," kata isi penelitian.

Baca juga: Lee Seung Gi ungkap masalah kesehatan mental

Baca juga: Mengenal "toxic positivity" dari sudut pandang "mindfulness"

Baca juga: Diagnosis gangguan mental tak bisa diperoleh secara instan
Pewarta : Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021