Mantan atlet wushu China terlibat kejahatan "debt collector"

Mantan atlet wushu China terlibat kejahatan

Ilustrasi "debt collector" yang menagih utang dengan kekerasan.

Beijing (ANTARA) - Li Teng, mantan atlet wushu China yang pernah meraih medali emas di Asian Games, diduga terlibat tindak kriminalitas.

Kepolisian Hefei, Provinsi Anhui, sejak Sabtu (9/10) telah menghimpun informasi atas dugaan geng kejahatan yang menggunakan kekerasan saat menagih utang.

Geng yang terdiri dari 10 orang itu dituduh mengganggu ketertiban umum dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat, kata Kepolisian Hefei seperti dikutip media China, Selasa.

Sasana wushu di Anhui memastikan nama yang terdaftar sebagai tersangka itu adalah Li Teng, juara wushu pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

"Dia sudah pensiun sebagai olahragawan, tapi tidak ada surat resminya," kata seorang staf sasana yang menaungi Li Teng kepada Global Times.

Staf tersebut mengaku tidak tahu mengenai keterkaitan Li dengan geng debt collector.

Baca juga: Polisi tangkap pencuri sepeda motor yang mengaku "debt collector"

Kepolisian Anhui kepada media juga menyatakan bahwa Li belum menyerahkan diri.

Selain berprestasi di Asian Games, Li juga pernah meraih medali emas di ajang seni beladiri campuran yanng digelar aktor film laga Arnold Schwarzenegger pada 2005.

Berita keterlibatan Li dalam geng kriminal memunculkan perdebatan hangat di Weibo, media sosial terpopuler di China.

Beberapa warganet China menyatakan keprihatinannya, bahkan ada pula yang merasa miris melihat nasib atlet ternama itu setelah pensiun.

Namun beberapa warganet lainnya meminta Li segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

Dalam beberapa tahun terakhir banyak kisah tragis tentang mantan atlet berprestasi, salah satunya mantan juara angkat besi Zou Chunlan yang kedapatan bekerja di pemandian umum.

Baca juga: APPI: "Debt collector" ilegal bisa dilaporkan polisi untuk dihukum
Baca juga: OJK minta Kemenkominfo blokir aplikasi yang digunakan debt collector
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021