Capaian vaksinasi Barito Utara terendah nomor dua di Kalteng

Capaian vaksinasi Barito Utara terendah nomor dua di Kalteng

Dinas Kesehatan Barito Utara melaksanakan pertemuan monitoring evaluasi (monev) imunisasi triwulan IV bagi petugas RSUD, Puskesmas dan petugas Logistik Imunisasi di daerah setempat di Muara Teweh, Senin (11/10/2021). ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Siswandoyo menyatakan pencapaian vaksinasi COVID-19 di kabupaten setempat saat ini masih terendah nomor dua di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Secara rekapitulasi pencapaian vaksinasi COVID-19 di Barito Utara masih rendah dibandingkan dengan kabupaten lainnya, yaitu nomor dua terendah dari 14 kabupaten/kota di Kalteng," kata Siswandoyo pada pertemuan monitoring evaluasi triwulan IV bagi petugas RSUD, puskesmas dan petugas logistik di Muara Teweh, Selasa.

Menurut dia, capaian vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) dosis 1 (1.349 atau 1119 persen) dosis 2 (1.322 atau 117 persen) dosis 3 (964 atau 84,71 persen), pelayan publik dosis 1 (15,110=158 persen) dosis 2 (12.168=127,4 persen).

Lalu untuk lansia dosis 1 (7.343=31,5 persen) dosis 2 (2.966=24,93 persen), serta masyarakat umum, rentan dan remaja (MURR) dosis 1 (13.049=15,74 persen) dan dosis 2 (6247=7,54 persen).

Baca juga: 30 ASN lingkup Pemkab Barito Utara divaksin COVID-19

Baca juga: Barito Utara terima bantuan ventilator mobile dari Pemprov Kalteng


Sisa vaksin COVID-19 per 10 Oktober 2021 sebanyak 4.651 dosis, pemakaian 54.131 dosis, alokasi ke puskesmas/RSUD di gudang farmasi 2.796 dosis (Astra Zeneca dosis 1 dan 2 masyarakat dan Sinovac alokasi Dinas/TNI/Polri).

"Berdasarkan hasil laporan tersebut ada beberapa hal yang saya tekankan dan sampaikan pada pertemuan ini,” katanya.

Dia mengakui masih terdapat perbedaan antara P-Care dan rekapan harian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Barito Utara.

"Untuk itu kami harapkan pada pertemuan ini bisa segera sinkron antara pelaporan vaksinasi COVID-19,” ujar Siswandoyo.

Dia menegaskan, agar segera melaksanakan vaksinasi dan habiskan vaksin COVID-19 begitu ada alokasi vaksin ke puskesmas atau RSUD.

"Apabila belum dilaksanakan segera direlokasikan ke puskesmas yang memerlukan," tegas dia.

Selain itu, kata dia, segera laporkan dan tindak lanjuti apabila ada distribusi vaksin ke puskesmas/RSUD sebagai laporan agregat vaksin, karena akan terbaca secara otomatis pada dashboard aplikasi di pusat dan provinsi.

"Laksanakan kegiatan vaksinasi sesuai dengan ketentuan dan juknis yang berlaku," katanya.

Pada kesempatan itu dia juga menyampaikan sampai dengan 11 Oktober 2021 kasus COVID-19 di daerah ini dengan kasus terkonfirmasi 1.532, pasien sembuh 1.484, meninggal dunia 44 jiwa suspek dirawat RSUD nol atau tidak ada, pasien positif dirawat RSUD kosong, isolasi mandiri dua orang dan isolasi di luar Barito Utara dua orang sehingga total ada empat kasus dalam perawatan dan isolasi).

Kepala Seksi Surveilan Imunisasi Kesehatan Haji dan KLB pada Dinas Kesehatan setempat Basirun mengatakan tujuan umum dilaksanakannya pertemuan monev imunisasi triwulan IV ini adalah tercapainya cakupan vaksinasi COVID-19 sesuai target dengan sasaran yang sudah di tetapkan.

Peserta berjumlah 55 orang yang terdiri dari pengelola aplikasi P,Care Puskesmas 17 orang, pengelola aplikasi Smile Puskesmas 17 orang, pengelola aplikasi P Care RSUD, pengelola aplikasi smile RSUD, pengelola logistik Imunisasi gudang farmasi, narasumber kabupaten,narasumber GF serta panitia 15 orang.*

Baca juga: Bertambah 17 orang pasien positif COVID-19 Barito Utara

Baca juga: Bertambah 33 orang pasien positif COVID-19 Barito Utara
Pewarta : Kasriadi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021