IISD soroti potensi EBT untuk pemulihan ekonomi dan perubahan iklim

IISD soroti potensi EBT untuk pemulihan ekonomi dan perubahan iklim

Ilustrasi - Panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang di atap Pabrik Danone-AQUA Mekarsari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berkapasitas sistem sebesar 2.112 kWP. ANTARA/HO-Danone Indonesia/am.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia memiliki potensi di sektor energi baru terbarukan (EBT) yang dapat membantu pemulihan ekonomi nasional dengan menciptakan lapangan kerja sekaligus mengatasi perubahan iklim, demikian laporan dari International Institute for Sustainable Development (IISD).

Penulis laporan dan konsultan kebijakan energi IISD Theresia Betty Sumarno mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menyelaraskan pemulihan ekonomi dengan target iklim, kata pernyataan resmi yang diterima di Jakarta pada

"Dengan merangkul dan memberi insentif pada energi terbarukan sebagai bagian dari rencana pemulihan ekonomi nasional, Indonesia dapat membawa perubahan di sektor energi, mendorong perekonomian, dan mengatasi perubahan iklim. Tidak ada kata terlambat untuk mencapai target emisi yang ambisius," ujar Theresia.

Indonesia memiliki peluang untuk mengakhiri subsidi bahan bakar fosil, mendukung energi terbarukan, dan menciptakan ekonomi yang lebih kuat untuk masa depan.

Baca juga: EBT dan peran strategis hulu migas

Baca juga: Pemerintah diminta hati-hati dalam transisi menuju energi terbarukan


Secara khusus, dia menyoroti bahwa dari dari Rp108,5 triliun stimulus fiskal yang diberikan untuk sektor energi Indonesia dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Rp95,3 triliun diberikan kepada sektor yang menggunakan bahan bakar fosil.

Padahal terdapat potensi besar di sektor EBT dengan sekitar 500 ribu lapangan kerja tercipta dalam sektor tersebut di Indonesia pada 2019, demikian data International Renewable Energy Agency (IRENA).

Lourdes Sanchez, penasihat kebijakan senior IISD dan salah satu penulis laporan tersebut, mengatakan pemulihan ekonomi nasional disertai mempromosikan sektor energi terbarukan adalah sebuah kemenangan ganda bagi Indonesia.

Hal itu penting karena menjelang kepresidenan G20 yang akan datang, Indonesia memegang posisi penting dalam upaya global untuk memerangi perubahan iklim dan pemulihan dari pandemi COVID-19.

"Tidak hanya dapat menciptakan lapangan kerja dan membantu pemulihan ekonomi, tetapi juga akan mendukung target ambisi perubahan iklim dan energi terbarukan yang sangat penting bagi kemakmuran masa depan," ujar Lourdes.*

Baca juga: LSM lingkungan soroti kebijakan pemerintah terkait energi nuklir

Baca juga: Kementerian ESDM tingkatkan peran swasta bangun infrastruktur listrik
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021