Kadin DKI dorong pengetatan prokes pada libur akhir tahun

Kadin DKI dorong pengetatan prokes pada libur akhir tahun

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta menggelar konsolidasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) serta sejumlah perwakilan pedagang daging di Jakarta bertempat di Kompleks Perkantoran Majapahit Permai Blok B 21-23, Petojo selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2021). (ANTARA/HO-Humas Kadin DKI)

Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta mendorong pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) pada  libur akhir tahun yang berpotensi memicu peningkatan mobilitas masyarakat.

"Isu libur akhir tahun, ada strain varian baru. Mudah-mudahan tidak ada, selama pemerintah bersama masyarakat saling bahu-membahu,” kata Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Bidang Koperasi dan UMKM, Ahmad Sarbini, pada diskusi media, di Jakarta, Selasa.

Ahmad Sarbini mengingatkan semua pihak, termasuk masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah, untuk tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah penyesuaian pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Abi itu mengutip hasil survei dampak COVID-19 terhadap pelaku usaha oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 September 2021, yang menyebutkan sebagian besar pelaku usaha telah menerapkan protokol kesehatan.

Pada data BPS tersebut, sebanyak 18,09 persen pelaku usaha tidak menerapkan jaga jarak, kemudian 18,13 persen pelaku usaha tidak menyediakan sarana cuci tangan dengan air dan sabun maupun sanitasi tangan, serta 14,22 persen pelaku usaha tidak mewajibkan penggunaan masker atau pelindung wajah.

Sebanyak 20 persen pelaku usaha tidak memfasilitasi protokol kesehatan, terutama usaha mikro dan kecil (UMK).

Sebanyak 95 persen usaha menengah hingga besar telah menerapkan protokol kesehatan dan memfasilitasi karyawannya dengan 3M yakni menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

Sementara itu, capaian vaksinasi di DKI Jakarta hingga 11 Oktober 2021 mencapai 10,64 juta untuk dosis pertama atau 119 persen dari sasaran 8,94 juta orang.

Dari jumlah tersebut, porsi KTP DKI Jakarta mencapai 66 persen dan non KTP DKI Jakarta mencapai 34 persen.

Sedangkan vaksinasi lengkap dosis kedua sudah mencapai 7,97 juta atau 89,2 persen.

Untuk jumlah kasus aktif yang masih dirawat dan diisolasi berkurang 259 orang menjadi 1.464 orang dengan total kesembuhan menjadi 844.189 orang, angka kasus positif sepekan terakhir mencapai 0,7 persen.

Meski demikian, level PPKM di Jakarta masih berada di level tiga karena capaian vaksinasi dan perkembangan kasus COVID-19 juga perlu memperhatikan perkembangan di daerah penyangga Jakarta.

Baca juga: Anies apresiasi peran dunia usaha dalam penanganan COVID-19
Baca juga: Kadin Jakarta apresiasi keberhasilan pemerintah stabilkan pangan
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Riza Harahap
COPYRIGHT © ANTARA 2021