Santri dan santriwati ponpes di Surabaya dapat beasiswa mulai 2022

Santri dan santriwati ponpes di Surabaya dapat beasiswa mulai 2022

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

Surabaya (ANTARA) - Santri dan santriwati dari keluarga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menempuh pendidikan pondok pesantren di Kota Surabaya, Jawa Timur, bakal mendapatkan beasiswa mulai 2022.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Sabtu, mengatakan, anggaran beasiswa pendidikan yang sudah dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Surabaya 2022 tidak hanya untuk pelajar SMA/SMK di sekolah umum saja, tapi juga pelajar atau santri di pondok pesantren (Ponpes).

"Jadi seluruh anak SMA/SMK atau yang mondok (pondok pesantren), pun kalau ternyata masuk dalam daftar MBR, maka secara otomatis akan kita berikan bantuan," kata Wali Kota Eri.

Menurut dia, pihaknya saat ini sudah memasukkan anggaran senilai Rp47 miliar untuk beasiswa pelajar jenjang SMA/SMK sederajat ke dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) RAPBD Surabaya 2022.

Ia menjelaskan, formula beasiswa yang disiapkan itu sama seperti Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) untuk jenjang SD dan SMP. Harapannya, anak dari keluarga MBR baik jenjang SD, SMP maupun SMA/SMK mendapatkan akses pendidikan yang sama.

"Jadi seperti BOPDA untuk SD-SMP dan kita lakukan untuk SMA/SMK. Jadi semuanya agar mendapatkan pendidikan yang maksimal," ujarnya.

Baca juga: Beasiswa pelajar SMA/SMK di Surabaya diluncurkan 2022
Baca juga: Daop Surabaya beri beasiswa Rp91,2 juta kepada anak pekerja COVID-19


Eri menyatakan, beasiswa senilai Rp47 miliar itu direalisasikan dalam bentuk seragam dan SPP bagi pelajar dari keluarga MBR. Saat ini, kata dia, Pemkot bersama DPRD Surabaya juga tengah mematangkan dalam pembahasan RAPBD 2022.

"Saat ini jumlah pelajar yang dapat beasiswa masih didata terus," kata Eri.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Eri menyatakan tidak ingin ada anak Surabaya yang putus sekolah karena pandemi COVID-19 mempengaruhi perekonomian warga. Baginya, pemkot harus selalu hadir untuk memastikan pendidikan anak-anak Surabaya terpenuhi.

"Prinsipnya, pemerintah harus bisa hadir. Kami ingin memastikan kualitas pendidikan di Surabaya bisa maksimal. Penerapannya (beasiswa SMA/SMK) pada tahun 2022," ujarnya.

Komitmen menyediakan pendidikan gratis bagi siswa SMA/SMK baik negeri maupun swasta dari keluarga MBR, melengkapi program beasiswa CSR yang diberikan sebelumnya kepada siswa SMP. Bahkan, besaran program beasiswa CSR bagi pelajar SMP di tahun 2021 meningkat 300 persen atau sekitar Rp12,513 miliar dari tahun sebelumnya Rp4,057 miliar. 

Baca juga: Pemkot Surabaya siapkan beasiswa anak awak KRI Nanggala 402
Baca juga: 36 perusahaan Surabaya beri CSR beasiswa pendidikan senilai Rp4 miliar
Baca juga: PTS di Surabaya beri beasiswa mahasiswa terdampak COVID-19

 
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021