Kemarin, cukai rokok hingga prediksi sebagian Jakarta tenggelam

Kemarin, cukai rokok hingga prediksi sebagian Jakarta tenggelam

Ilustrasi - Rokok ilegal hasil penindakan tim Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/HO-KPPBC Kudus

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora kemarin (6/10) yang menarik perhatian pembaca dan layak untuk dibaca pagi ini diantaranya Kementerian Kesehatan meminta pemerintah agar lebih menaikkan tarif cukai produk rokok di Indonesia, dan peneliti memprediksi beberapa lokasi di Jakarta terendam pada 2050.

Kemenkes minta tarif cukai untuk rokok di Indonesia lebih dinaikkan

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) meminta pemerintah agar lebih menaikkan tarif cukai produk rokok di Indonesia untuk dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi konsumsi rokok.

“Karena sudah ada indikasi pabrik sudah berbondong-bondong ke kretek tangan lagi, saran saya harus ayo hajar terus naikkan saja harga cukai (rokok),” kata Kepala Bidang Advokasi dan Kemitraan pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Sakri Sabatmaja dalam webinar Dukungan Kenaikan Cukai dan Harga Rokok yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Peneliti BRIN prediksi beberapa lokasi di Jakarta terendam pada 2050

Profesor Riset bidang Meteorologi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan mengatakan beberapa lokasi di DKI Jakarta diprediksi terendam pada 2050, tapi Jakarta tidak sepenuhnya tenggelam.

"Pada 2050 air laut memang belum menyentuh kawasan Monas. Jadi kalau dari pengaruh kenaikan muka air laut itu kecil tentunya," kata Eddy dalam Webinar Nasional Prof Talk: Benarkah Jakarta dan Pantura Akan Tenggelam? di Jakarta, Rabu.

Kemenkes sebut pemerintah atur strategi distribusi vaksin ke daerah

Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengatur strategi pendistribusian vaksin COVID-19 ke daerah, mengingat jumlah vaksin yang diterima Indonesia baru separuh dari kebutuhan.

"Jumlah yang sudah kita terima 280 juta dosis, kebutuhan kita 426 juta dosis," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Satuan tugas COVID-19: Vaksin booster belum untuk guru

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmoto mengatakan vaksinasi dosis ketiga atau booster saat ini belum perlu diperuntukkan untuk guru atau tenaga pendidik.

"Belum saatnya (vaksin booster untuk guru)," kata Wiku saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Wapres: Pemulihan ekonomi mustahil jika penularan COVID-19 tinggi

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemulihan ekonomi nasional tidak mungkin terjadi apabila angka penularan COVID-19 di Indonesia masing tinggi atau lebih dari lima persen per 100.000 penduduk menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO).

"Pemulihan ekonomi mustahil dilakukan apabila tingkat penularan virus masih tinggi atau di atas lima persen per 100.000 penduduk sesuai standar WHO," kata Wapres dalam pidato kunci pada seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-30 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-61 melalui konferensi video dari Jakarta, Rabu.

Sembilan lompatan besar Kemnaker sejahterakan Papua-Papua Barat

Kementerian Ketenagakerjaan memiliki komitmen dalam mengembangkan kompetensi tenaga kerja guna kesejahteraan di Papua dan Papua Barat dengan melakukan Sembilan Lompatan Besar.

"Kementerian Ketenagakerjaan terus membangun untuk kesejahteraan Papua dan Papua Barat dengan mengembangkan kompetensi SDM setempat," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Risma siapkan delapan titik "buffer stock" untuk penyintas banjir Luwu

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyiapkan delapan titik buffer stock atau stok kebutuhan pengaman sebagai respon untuk penyintas bencana tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ini harus diantisipasi. Di sini wilayahnya pegunungan dan aksesnya sulit. Harus dipastikan kebutuhan logistik masyarakat tetap bisa disiapkan, jika terjadi bencana di kemudian hari,” kata Risma dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021