MPR RI: Semangat gotong royong kunci hadapi pandemi

MPR RI: Semangat gotong royong kunci hadapi pandemi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai semangat gotong royong yang tinggi menjadi kunci bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Menurut dia, saat ini rakyat Indonesia bisa bernapas lega karena tren positif kasus COVID-19 menunjukkan penurunan atau melandai di semua wilayah Indonesia.

"Kunci dari kondisi baik tersebut adalah akibat munculnya semangat gotong royong yang tinggi sehingga terbentuk sinergitas kuat antara pemerintah dengan upayanya melakukan berbagai kebijakan untuk menghadapi COVID-19," kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakannya saat hadir secara virtual sebagai narasumber acara "Sosialisasi Empat Pilar MPR RI" kerja sama antara MPR dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), di Aula Gedung Paseban Sena, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa.

Rerie menjelaskan sinergitas kuat berbagai kebijakan tersebut seperti PPKM, sosialisasi penerapan protokol kesehatan, percepatan, dan pemerataan vaksinasi dengan masyarakat yang menyambut dan berpartisipasi aktif mengikuti program pemerintah tersebut.

Baca juga: Diusulkan pahlawan, Sujiwo Tejo dilibatkan kenalkan Ratu Kalinyamat

Menurut dia, kondisi seperti itu harus dijaga sambil terus berupaya agar kasus positif makin menurun dan pada akhirnya hilang sama sekali.

Dia mengatakan berkaca dari bencana COVID-19 yang meluluhlantakan semua, bangsa Indonesia harus kembali merenungi, lalu menyadari sepenuhnya bahwa ada senjata yang sangat mujarab untuk menghadapi pandemi.

"Saya menilai senjata yang mujarab itu adalah pemahaman serta penerapan nilai-nilai luhur bangsa dan gotong royong adalah salah satu di antaranya," ujarnya.

Rerie menilai rakyat Indonesia pada dasarnya sudah menyadari betapa pentingnya penerapan nilai luhur bangsa sebagai solusi menghadapi pandemi. Hal itu diketahuinya saat melakukan jajak pendapat seputar pengetahuan rakyat soal COVID-19 sekitar bulan Juni 2020.

"Setelah jajak pendapat itu dianalisis menggunakan metode Word Cloud Analysis, hasilnya adalah pertama, publik menyadari bahwa nilai-nilai kebangsaan bisa menjadi tameng yang menjaga bangsa ini dari kehancuran. Kedua, gotong royong yang merupakan nilai dasar ideologi kebangsaan yang ada dan kita miliki, saat ini mesti diperkuat untuk menjaga bangsa," katanya.

Dia mengatakan kehebatan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia bahkan tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa karena telah teruji mampu berperan sebagai perekat rakyat dalam menghadapi berbagai macam krisis serta ancaman dari internal maupun eksternal yang berpotensi mengancam keutuhan negara dan memecah belah rakyat.

Rerie mengatakan melandainya kasus pandemi saat ini menunjukkan bahwa nilai luhur masih sangat digdaya sebagai benteng masyarakat menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Kajian Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan tuntas

Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari sekarang saling berpegang tangan, saling menjaga satu sama lain, lalu tunjukkan kepada para pahlawan dan pendiri bangsa bahwa generasi ini bisa seperti mereka menang dengan gemilang menghadapi tantangan.

"Tunjukkan juga kepada generasi penerus bangsa bahwa dengan berpegang teguh pada nilai luhur bangsa, kita adalah manusia Indonesia yang mampu melewati krisis berat. Hal itu agar kita bisa dikenang dan dijadikan teladan oleh mereka dalam menghadapi tantangan bangsa di masa depan," ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut anggota MPR Fraksi NasDem Aminurokhman, Ketua Pokdarwis Probolinggo Amin Hasan, dan anggota Pokdarwis serta masyarakat sekitar sebagai peserta.

Baca juga: Lestari Moerdijat: Tingkatkan edukasi tekan potensi kanker payudara

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021