Varian Delta menyebar ke luar Auckland di Selandia Baru

Varian Delta menyebar ke luar Auckland di Selandia Baru

Sebuah jalan di Auckland, Selandia Baru, Minggu (26/8/2021), tampak sepi selama penerapan 'lockdown' untuk mencegah penyebaran COVID-19 . ANTARA/REUTERS

Wellington (ANTARA) - Penyebaran COVID-19 varian Delta di Selandia Baru telah menyebar ke luar kota terbesar, Auckland, dan mendorong Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Minggu memberlakukan penguncian di beberapa wilayah lagi. 

Pada Minggu, terdapat 32 kasus virus corona yang tercatat di Auckland. Kota tersebut telah berada dalam penguncian atau lockdown sejak pertengahan Agustus.

Sementara itu, dua kasus ditemukan di daerah Waikato, yang berjarak sekitar 147 kilometer di selatan Auckland. Ardern mengatakan bahwa penguncian selama lima hari akan diberlakukan di sebagian dari kawasan itu.

PM Ardern menambahkan bahwa pemerintah pada Senin (4/10) akan mengambil keputusan terkait apakah penguncian di Auckland akan berlanjut.

Dia pada pertengahan Agustus memberlakukan penguncian yang tadinya dimaksudkan berlangsung "singkat dan ketat" di seluruh negeri untuk menghadang penyebaran di Auckland, yang jumlah kasusnya kini tercatat sebanyak 1.328.

Baca juga: Selandia Baru tetap kunci ketat Auckland untuk redam varian Delta
 
Namun, saat kota-kota lain di negara itu telah kembali ke kehidupan normal, kota di Pulau Utara itu tetap berada di bawah penguncian.

"Kami melakukan semua yang kami bisa untuk menjaga agar penyebaran kasus tak keluar dari Auckland, dan mengatasi penyebaran itu dari sana," kata Ardern.

Selandia Baru merupakan salah satu dari segelintir negara yang berhasil menekan penyebaran COVID-19 hingga jumlah kasus mencapai nol tahun lalu, dan hingga Agustus bertahan tanpa kemunculan kasus virus tersebut.

Namun, kesulitan dalam membasmi varian Delta telah membuat strategi Ardern dipertanyakan.

Di tengah tekanan yang meningkat, Ardern mengatakan bahwa strategi yang dia jalankan sebetulnya tak pernah tak pernah menargetkan kasus mencapai angka nol, melainkan pada upaya melawan virus dengan agresif.

Dia mengatakan bahwa penguncian ketat dapat diakhiri jika 90 persen dari populasi yang memenuhi syarat telah menerima vaksinasi. Sementara saat ini, target tersebut baru mencapai 46 persen.

Baca juga: Kasus COVID melandai, Selandia Baru tingkatkan vaksinasi

Menteri Tanggap COVID-19 Chris Hipkins pada Minggu mengatakan mulai 1 November vaksinasi penuh akan menjadi persyaratan bagi mereka yang tiba di Selandia Baru dan yang bukan merupakan penduduk negara tersebut, mulai 1 November.

Adapun maskapai Air New Zealand mengatakan pada Minggu akan mewajibkan para penumpang penerbangan internasional untuk telah menerima vaksinasi COVID-19 lengkap.

"Kita memiliki pendekatan terhadap COVID dalam pandangan kita, dan di tangan kita," kata Ardern pada Minggu.

"Jadi saat kita semua melihat ke depan dan berpikir tentang musim panas, dan rencana-rencana yang kita buat, pastikan bahwa langkah pertama adalah vaksin. Inilah yang akan membuat semua rencana musim panas itu jadi memungkinkan."

Sumber: Reuters

Baca juga: Selandia Baru akan peroleh lebih banyak vaksin COVID-19

 

Menyaksikan Selandia Baru tempo dulu di jalanan Oamaru

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021