Kemenkes: Kasus positif dan kematian mingguan COVID-19 turun

Kemenkes: Kasus positif dan kematian mingguan COVID-19 turun

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid berbicara dalam Keterangan pers virtual di Jakarta, Rabu (29/9/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan terjadi penurunan kasus positif dan kematian mingguan COVID-19 di Indonesia.

"Tren positif penurunan kasus COVID-19 di Indonesia dan juga angka kematian terus berlanjut untuk menurun. Hal ini menjadi berita yang baik untuk kita semua. Secara nasional terjadi penurunan kasus mingguan dibandingkan minggu lalu sebanyak 26 persen, dan penurunan angka kematian sebesar 37 persen," kata Nadia dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Rabu.

Namun, Nadia menuturkan masih ada provinsi yang mencatatkan insiden dan angka kematian yang relatif tinggi, yaitu Provinsi Kalimantan Utara.

Dengan upaya yang terus ditingkatkan, Nadia mengatakan rata-rata pengujian COVID-19 nasional terus meningkat menjadi 4,4 orang yang diperiksa per 1.000 penduduk per pekan.

Angka tersebut berada di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu satu orang yang diperiksa per 1.000 penduduk.

Baca juga: Pemerintah terus pantau varian-varian baru virus penyebab COVID-19
Baca juga: Pemerintah ingin semua pihak perluas cakupan vaksinasi COVID-19


Nadia menuturkan seluruh provinsi telah mencapai standar minimal tetapi ada beberapa provinsi yang mencatatkan rata-rata pengujian COVID cukup tinggi, yakni Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta.

Positivity rate nasional juga terus menurun, yang mana saat ini sudah mencapai angka 1,4 persen, jauh dari angka 5 persen yang sudah ditentukan oleh WHO.

Nadia mengatakan setidaknya ada dua provinsi yang menjadi kewaspadaan bagi pemerintah Indonesia, yaitu Provinsi Kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah yang terus masih bergerak pada angka 3-7 persen.

Selain itu, terjadi penurunan penggunaan tempat perawatan rumah sakit dan tempat isolasi yang ditandai dengan saat ini sudah tidak ada lagi provinsi yang mencatatkan tingkat keterisian tempat perawatan di rumah sakit (Bed Occupation Rate/BOR) lebih dari 60 persen.

Baca juga: Pemerintah harapkan masyarakat dukung vaksinasi COVID-19
Baca juga: Penyintas COVID-19 jalani vaksinasi sebulan setelah sembuh


Ia mengatakan, keberhasilan itu harus dipertahankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera menjalani vaksinasi COVID-19. Dengan demikian, kasus COVID-19 diharapkan semakin menurun ke depannya.

Cakupan vaksinasi COVID-19 juga harus semakin diperluas demi mencegah keparahan penyakit jika seseorang yang telah mendapatkan vaksinasi terinfeksi COVID-19, dan menciptakan kekebalan kelompok.

"Tren positif hampir di seluruh indikator merupakan salah satu bukti keseriusan kita semua untuk dapat mengendalikan pandemi COVID-19 ini di negara yang kita cintai. Akan tetapi yang tetap harus kita ingat upaya yang terberat adalah bagaimana kita mempertahankannya," tuturnya.

Baca juga: Juru bicara: Pastikan anak sehat dan paham prokes sebelum ikuti PTM
Baca juga: Juru bicara: Keluarga selektif bepergian di tengah pandemi COVID-19
Baca juga: Pakar: Terlalu dini bicarakan vaksinasi dosis ketiga berbayar saat ini
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021