Profesor IPB: Perlu duduk bersama jaga keberlanjutan Kebun Raya Bogor

Profesor IPB: Perlu duduk bersama jaga keberlanjutan Kebun Raya Bogor

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Hadi Sukadi Alikodra berbicara dalam Webinar Arsitektur Lanskap IPB: Apa Kata Mereka tentang Kebun Raya di Jakarta, Rabu (29/9/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Hadi Sukadi Alikodra mengatakan perlu duduk bersama untuk menjaga keberlanjutan Kebun Raya Bogor dan menghindari upaya komersialisasi yang merusak kebun raya itu.

"Mudah-mudahan setelah ini punya sepakat bahwa kita harus berkumpul lagi untuk meletakkan kinds of good strategy (jenis strategi yang baik) untuk memelihara dan menyelamatkan kebun raya, itu yang harus kita serius," kata Hadi dalam Webinar Arsitektur Lanskap IPB: Apa Kata Mereka Tentang Kebun Raya di Jakarta, Rabu.

Hadi menuturkan keberadaan Kebun Raya Bogor sangat penting dan memberi banyak dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat terutama masyarakat sekitar.

Baca juga: Dosen IPB: Lampu sorot di Kebun Raya Bogor tambah tekanan lingkungan

Kebun Raya Bogor menjadi satu kesatuan dari sistem perkotaan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan lingkungan dan masyarakat. Keberadaan kebun raya juga memberikan dampak positif dari aspek ekonomi bagi masyarakat seperti mendapat pemasukan dari kunjungan wisatawan ke kebun raya, dan penjualan makanan dan suvenir.

"Jangan ada komersialisasi-komersialisasi yang akhirnya kebun raya rusak, akhirnya diprotes, dan sebagainya," ujar Hadi.

Kebun raya mengusung lima tugas dan fungsi penting, yaitu konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata ilmiah dan jasa lingkungan. Ketiga fungsi pertama merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan menjadi acuan bersama seluruh kebun raya di dunia.

Baca juga: BRIN benahi Kebun Raya Bogor optimalkan kebermanfaatan bagi publik

Karena pentingnya keberadaan dan peranan kebun raya, Hadi mengajak untuk memperluas, mengembangkan dan memperbanyak kebun-kebun raya di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia dan pensiunan dosen Divisi Planning and Design Departemen Arsitektur Lanskap IPB Dr Siti Nurisjah mengatakan perlunya pemetaan kebun raya yang memperlihatkan sensitivitas dari kawasan itu.

Dari pemetaan itu, akan bisa dilihat antara lain kawasan mana yang boleh didatangi, yang hanya bisa dilihat tapi tidak boleh didatangi atau yang hanya bisa dikunjungi para peneliti dan peletakan tempat duduk yang benar.

Baca juga: Wali Kota Bogor minta wisata malam Kebun Raya dihentikan

Siti yang menjadi penerima Lifetime Achievement Award Fakultas Pertanian IPB 2021 atas jasa-jasanya mendirikan Program Studi Arsitektur Lanskap IPB, menuturkan semua kegiatan di dalam Kebun Raya Bogor seharusnya berkaitan dengan perubahan pola pikir dari tidak tahu menjadi tahu, menjadi paham bahwa tanaman perlu dilestarikan hingga memiliki rasa kepemilikan untuk merawat dan mempertahankan keberlanjutan kebun raya.

"Bagaimana kita bisa mencintai, karena aspek inilah yang bisa membuat kita mempertahankan Kebun Raya Bogor sebagai satu aset tidak hanya aset negara tapi aset buat kita, juga aset lingkungan, aset semua," tuturnya.

Dalam pembangunan kebun raya, juga perlu menerapkan infrastruktur hijau dan menjaga fungsi dari keberadaan kebun raya itu.

Baca juga: BRIN: Kemitraan pengelolaan KRB dukung pencalonan World Heritage

 
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021