Kasus sembuh dari COVID-19 tertinggi di Sumut dan positif di Jateng

Kasus sembuh dari COVID-19 tertinggi di Sumut dan positif di Jateng

Ilustrasi - Bupati Bengkalis Kasmarni memasang masker kepada salah seorang warga saat peninjauan PPKM di Bengkalis, Riau, Selasa (1/6/2021). ANTARA/Alfisnardo/aa.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat penambahan kasus sembuh tertinggi di Sumatra Utara (Sumut), dan kasus positif COVID-19 terbanyak di Jawa Tengah (Jateng) pada Ahad ini.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Ahad, penambahan kasus sembuh COVID-19 tertinggi di Sumatra Utara dengan angka 379 orang, diikuti dengan Jawa Barat (296), Jawa Timur (239), Jawa Tengah (186), dan Aceh (144).

Sementara, kasus baru positif COVID-19 tertinggi tercatat sebanyak 176 di Jawa Tengah, diikuti dengan Jawa Timur (170), DKI Jakarta (168), Jawa Barat (157), dan Sulawesi Tengah (106).

Sedangkan penambahan kasus meninggal terbanyak di Papua dengan angka 10 orang, diikuti Jawa Timur (8), Sumatera Barat (7), Jawa Barat (6), dan Sumatera Utara (6).

Baca juga: Anies ibaratkan terkendalinya COVID di DKI seperti film Avengers

Baca juga: Satgas: Kepri waspadai lonjakan kasus COVID-19 di Singapura


Secara nasional, Satgas mencatat kasus COVID-19 bertambah sebanyak 1.760 orang sehingga total hingga saat ini mencapai 4.208.013 orang sejak kemunculan kasus pertama COVID-19 pada Maret 2020.

Kemudian, kasus sembuh COVID-19 secara nasional bertambah 2.976 orang sehingga total menjadi 4.023.777 orang, dan kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 86 sehingga jumlah keseluruhan tercatat sebanyak 141.467 orang.

Dengan demikian, kasus aktif COVID-19 mengalami penurunan sebanyak 1.302 menjadi 42.769 orang. Sementara suspek COVID-19 tercatat sebanyak 380.082 orang, dan total 217.084 spesimen telah diperiksa pada hari ini.*

Baca juga: Ada tambahan, positif COVID-19 di Kabupaten Kupang jadi 2.739 kasus

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bangka Tengah tambah 24 jadi 6.103
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021