Alonso berhenti berlutut sebelum pertandingan dimulai

Alonso berhenti berlutut sebelum pertandingan dimulai

Pemain Chelsea Tammy Abraham (kanan) berlutut sebagai simbol dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter jelang pertandingan Liga Champions antara Chelsea and FK Krasnodar di Stamford Bridge London 8 Desember 2020. (ANTARA/AFP/BEN STANSALL)

Jakarta (ANTARA) - Bek Chelsea Marcos Alonso pada Minggu mengatakan telah berhenti berlutut sebelum pertandingan musim ini karena gerakan anti-rasisme tersebut "kehilangan kekuatannya".

Para pemain dan staf telah berlutut sebelum kickoff sejak liga dimulai kembali pada Juni tahun lalu untuk menunjukkan dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter.

Alonso memutuskan berdiri sementara pemain lain berlutut, ia menunjuk ke lencana "Tidak Ada Ruang Untuk Rasisme" di lengan bajunya untuk menyoroti masalah ini.

Baca juga: Liga Inggris dukung pemain berlutut jelang tanding

"Saya lebih suka melakukannya dengan cara ini, tentu saja saya menentang rasisme, dan saya menghormati semua orang," ujar Alonso setelah kemenangan 3-0 di Liga Inggris pada Minggu melawan Tottenham Hotspur, dikutip dari laman resmi Reuters, Selasa.

"Saya pikir kehilangan sedikit makna dengan cara lain, jadi saya lebih suka melakukannya dengan cara ini." tambah Alonso.

Chelsea berada di puncak klasemen setelah lima pertandingan dan akan menjamu Aston Villa pada Piala Liga, Rabu.

Baca juga: Pekan depan klub-klub Inggris boikot medsos lawan kekerasan daring
Pewarta : Gheovano Alfiqi/Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021