Kota Tua batal dibuka karena belum dapat barcode PeduliLindungi

Kota Tua batal dibuka karena belum dapat barcode PeduliLindungi

Pengunjung berwisata di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (19/9/2021). Pengelola Kawasan Wisata Kota Tua belum membuka Kawasan Kota Tua untuk tempat masyarakat berolahraga karena masih menunggu kode QR Code PeduliLindungi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebelumnya, Pengelola kawasan Kota Tua mengizinkan warga untuk berolahraga pada Sabtu dan Minggu 18-19 September 2021 mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Kota Tua di Jakarta Barat batal membuka kawasan tersebut untuk olahraga mulai Sabtu (18/9) lantaran belum tersedianya barcode aplikasi PeduliLindungi.

"Kita lagi proses aplikasi PeduliLindungi ternyata perkiraan kita sudah mau beres kemarin ternyata belum," kata Kepala UPK Kota Tua Dedy Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Karena batal dibuka, Dedy beserta jajarannya kini melakukan persiapan ulang sebelum memastikan Kota Tua kembali dibuka.

Persiapan itu antara lain menunggu pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan terkait barcode PeduliLindungi, mendapatkan sertifikat "Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability" (CHSE) dan melengkapi sarana dan prasaran.

"Jadi karena itu kita bersiap, sertifikasi CHSE kita siapkan dan kalau perintah buka, ya kita buka," kata Dedy.

Dedy memastikan sampai saat ini yang beroperasi di wilayah Kota Tua hanya restoran, hotel, perkantoran hingga kafe.

Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan kapan Kota Tua bisa kembali dibuka untuk masyarakat umum.

"Pada Sabtu pekan lalu buka untuk uji coba. Sekarang belum dibuka, karena masih nunggu barcode untuk dipasang," kata seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya di lokasi Kota Tua di Jakarta Barat, Sabtu (18/9).
Baca juga: Kota Tua belum dibuka untuk masyarakat berolahraga
Baca juga: Warga diizinkan berolahraga di Kota Tua pada Sabtu-Minggu pagi
Pewarta : Walda Marison
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021