MPR: Butuh "role model" implementasikan nilai-nilai Pancasila

MPR: Butuh

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid (tengah) dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk "Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. (MPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai perlu ada "role model" yang bisa dijadikan acuan untuk menjadi contoh ketauladanan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

"Agar Pancasila bisa hidup di tengah masyarakat atau diamalkan maka nilai-nilai yang ada harus dipahami. Kiat untuk memahamkan dasar negara itu dikatakan ditempuh lewat pendidikan dan ketauladanan," kata Jazilul dalam diskusi bertajuk "Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, untuk menyosialisasikan Pancasila tidak cukup hanya dilakukan MPR dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Baca juga: MPR: Kebijakan buka pariwisata bagi wisman harus dipersiapkan matang

Menurut dia, agar Pancasila bisa menjadi gaya hidup dalam keseharian maka harus ada sosok yang bisa menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

"Karena itu anak-anak milenial zaman sekarang butuh sosok seperti itu. MPR dan BPIP mempunyai tugas untuk menguatkan Pancasila hidup di tengah masyarakat," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa perlu adanya "role model" yang bisa dijadikan acuan untuk menjadi contoh ketauladanan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Untuk itu Gus Jazil ingin agar Pancasila menjadi ruh dalam segala sendi kehidupan bagi semua sehingga Pancasila bisa membumi karena apabila implementasi Pancasila belum terjadi maka masyarakat, anak-anak muda akan semakin menjauh.

"Sila-sila yang ada dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Semua konsep Pancasila bisa masuk dalam sendi-sendi kehidupan," katanya.

Baca juga: MPR ajak warganet jaga semangat Bhinneka Tunggal Ika
Baca juga: MPR: Tak perlu ada kekhawatiran berlebih terkait amendemen UUD


 

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021