Sahroni apresiasi kinerja Polri lumpuhkan pimpinan MIT

Sahroni apresiasi kinerja Polri lumpuhkan pimpinan MIT

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. ANTARA/Dokumentasi Ahmad Sahroni.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi kinerja Polri, khususnya Polda Sulawesi Tengah yang berhasil melumpuhkan dan menembak mati Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bersama salah satu anggotanya Jaka Ramadhan.

"Tentu tugas ini tidak mudah karena butuh kehati-hatian dan kecermatan. Karena itu saya ingin menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada para anggota TNI-Polri yang masuk dalam Satgas Madago Raya dan Kapolda Sulteng karena berhasil menjalankan operasi ini dengan sangat baik," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ali Kalora dan Jaka Ramadhan berhasil dikepung aparat dan akhirnya tewas dalam baku tembak pada operasi baku tembak oleh TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Madago Raya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (18/9).

Baca juga: Satgas amankan puluhan barang bukti milik teroris Poso yang tertembak

Dia mengatakan memburu bahkan berhasil menembak tewas pimpinan teroris bukan langkah yang mudah sehingga aparat yang tergabung dalam Operasi Satgas Madago Raya sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

“Akhirnya salah satu Pimpinan Kelompok Teroris MIT Ali Kalora yang dikenal kejam dan sadis berhasil dilumpuhkan serta ditembak mati setelah beberapa tahun lamanya menjadi daftar teroris yang paling dicari pihak kepolisian," ujarnya.

Sahroni mengatakan lumpuhnya pimpinan MIT itu diharapkan akan berdampak pada melemahnya organisasi tersebut sehingga tidak kembali menjalankan aksi terornya.

Dia meminta Polri-TNI untuk segera menangkap empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), karena jangan sampai MIT diberikan waktu membangun kembali organisasinya dan mempunyai pimpinan baru.

Baca juga: Aparat kejar sisa DPO teroris Poso setelah pimpinan MIT tertembak

"Saat ini Satgas Madago Raya masih mengejar 4 DPO lainnya yang sempat kabur, aparat Polri-TNI harus gerak cepat menangkap mereka. Jangan berikan celah atau waktu kepada organisasi teroris ini untuk membangun kembali organisasinya dan menghadirkan pemimpin baru," katanya.

Sebelumnya, kontak tembak kembali terjadi antara Satuan Tugas Madago Raya dan kelompok DPO teroris Poso, Sabtu (18/9).

Kontak tembak terjadi pada Sabtu (18/09) sekitar pukul 17.20 Wita di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Informasi yang diterima dalam kontak tembak tersebut menewaskan dua orang teroris Poso, salah satunya adalah pimpinan teroris Poso, yaitu Ali Ahmad alias Ali Kalora dan satu orang anggotanya Jaka Ramadhan.

Baca juga: Mabes Polri terima laporan tewasnya Ali Kalora pimpinan MIT Poso

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021