Lini pertahanan jadi catatan khusus pelatih Borneo FC

Lini pertahanan jadi catatan khusus pelatih Borneo FC

Asisten Pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin. ANTARA/HO-Borneofc.id

Jakarta (ANTARA) - Lini pertahanan menjadi catatan khusus bagi tim pelatih Borneo FC dari dua laga perdana Liga 1 2021 yang mereka lakoni sebelumnya, yakni kontra Persebaya pada 4 September dan kontra Persik pada 10 September lalu.

Menghadapi Persebaya, Ricky Kambuaya menjebol gawang Angga di menit ke-75, sementara gol kemenangan Persik terjadi di menit ke-79 lewat Adi Eko Juvanto.

"Memang ada kesalahan di lini belakang di dua pertandingan awal ini. Harusnya koordinasi harus tetap dijaga," kata Asisten Pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin melalui laman resmi klub, Senin.

Akibatnya, di dua pertandingan awal Borneo FC masih saja kebobolan, bahkan gol terjadi di menit-menit akhir, tepatnya 15 menit jelang akhir laga.

"Sebab, sekali kesalahan terjadi, maka akan jadi masalah bagi gawang kami," terang Amir, sapaan akrab Amiruddin.

Baca juga: Borneo FC kalahkan Persebaya dengan skor 3-1 
Baca juga: Pelatih Borneo Mario Gomez terima kekalahan dari Persik 

Pada laga pekan ketiga nanti, 17 September, Pesut Etam dijadwalkan bertemu Barito Putera. 

Menurut Amir, salah satu evaluasi yang akan dilakukan sebelum menghadapi Barito Putera adalah barisan belakang.

Gol kemenangan Macan Putih, julukan tim Persik, disebutnya terjadi karena kesalahan di lini belakang skuad Pesut Etam.

"Jadi, jangan sampai lawan Barito kami mengulang kesalahan yang sama. Sebab, lawan kami berikutnya punya pemain depan lebih berbahaya," pungkas Amir.

Pada laga perdana kontra Persebaya yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Sabtu, 4 September lalu, Borneo FC menang dengan skor 3-1.

Namun, Borneo FC harus menelan kekalahan satu gol tanpa balas saat melawan Persik Kediri di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (10/9) lalu. 

Baca juga: Borneo FC siapkan taktik berbeda hadapi Persik 
Baca juga: Pelatih Borneo FC ungkap alasan tidak turunkan Boaz Solossa 

 
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021