Sudin KPKP Jakbar latih warga jadi pengusaha makanan cepat saji

Sudin KPKP Jakbar latih warga jadi pengusaha makanan cepat saji

Pemprov DKI Jakarta pasarkan produk UMKM yang dilakukan daring melalui program "Jumat Beli Lokal" untuk menggenjot usaha mikro saat pandemi di Jakarta, Jumat (10/9/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Barat menyelenggarakan pelatihan kepada 50 warga agar menjadi pengusaha makanan cepat saji, Senin.

Mereka dilatih mengolah makanan berbahan dasar daging ayam untuk dijadikan daging cepat saji.

"Kita berikan pengetahuan dalam kegiatan olahan mengolah produk bahan baku peternakan dari ayam untuk dijadikan semacam seperti ayam crispy atau daging nuget," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Barat Iwan Indriyanto saat dikonfirmasi, Senin.

Baca juga: DKI fasilitasi pemasaran produk UMKM melalui program Jumat Beli Lokal

Pelatihan itu merupakan bagian dari program Jakprenuer untuk melatih warga yang tertarik di bidang pertanian dan peternakan menjadi seorang pengusaha.

Sejauh ini, sebanyak 800 warga telah mengikuti program pelatihan yang disediakan Sudin KPKP Jakarta Barat. Pihaknya menargetkan 1.120 warga mendaftar ke program Jakprenuer tahun 2021.

Setelah mendapatkan pelatihan, para peserta nantinya akan mendapatkan bimbingan cara mempromosikan produk hingga perizinan usaha.

"Nanti masuk ke tahap P3 yakni pendampingan, dalam arti dokumen apa yang dilengkapi untuk melangkah ke P4 yaitu perizinan yang sifatnya usaha menengah kecil (UMK)," kata Iwan.

Baca juga: Jakpreneur Jakarta Selatan dilatih "branding" lewat media sosial

Nantinya, hasil karya tersebut juga akan dipromosikan di bazar yang disediakan Sudin KPKP Jakarta Barat.

Lebih lanjut, Iwan memastikan pihaknya masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut pelatihan wirausaha ini.

Mereka bisa mendaftarkan diri ke petugas Sudin KPKP yang ada di setiap kecamatan yang tersebar di wilayah Jakarta Barat.

"Pendaftaran biasanya membawa KTP, KK, dan NPWP. KTP harus berdomisili di Jakarta Barat. Kalau belum ada usahanya tetap kita daftarkan," jelas dia.

Untuk diketahui, Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat juga telah melakukan pelatihan kerja untuk warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena COVID-19.

Baca juga: DKI genjot pelatihan pemasaran digital UMKM selama pandemi

Salah satu pelatihan kerja yang digelar, yakni membuat kue kering dan basah. Pelatihan itu dilakukan secara tatap muka (offline) di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat dan diikuti oleh empat peserta.

Sedangkan 26 peserta lainnya mengikuti pelatihan secara virtual sehingga total 30 peserta.

"Mereka tersebar di delapan kecamatan," kata Plt Kepala Seksi Penempatan Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat Nur Kholis, di Jakarta, Kamis.

Ke-30 orang itu telah diseleksi dari ribuan peserta yang mendaftar kepada petugas Suku Dinas Tenaga Kerja yang ada di tiap kecamatan.

Pelatihan itu dilakukan dalam rangka membantu para korban PHK dan pencarian kerja untuk berwirausaha agar bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran.

Selain diberi pelatihan, pihaknya juga memberikan fasilitas alat untuk membuat kue bagi para peserta pelatihan.

 
Pewarta : Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021