Kemenparekraf fokus pada wisatawan nusantara di 2021

Kemenparekraf fokus pada wisatawan nusantara di 2021

Ilustrasi - Pelaksanaan Toraja International Festival ke-9 tahun 2021 digelar di Toraja Utara, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) fokus pada wisatawan nusantara dalam upaya meningkatkan geliat pariwisata di tahun 2021.

"Geliat pariwisata tahun ini kita fokus pada wisatawan nusantara, karena situasi pandemi maka kesehatan yang jadi utama," kata Direktur Event Daerah pada Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Wisata Kemenparekraf Reza Pahlevi di Makassar, Senin.

Reza menyebutkan bahwa kunci momentum saat ini ialah mempersiapkan destinasi wisata untuk standar protokol kesehatan yang ketat. Sebab menurutnya, destinasi yang paling diminati ke depan adalah yang paling bisa menjaga protokol kesehatan.

Maka, buka-tutupnya suatu destinasi tergantung pada pemerintah daerah dalam melihat status COVID-19. Termasuk pada pelaksanaan sebuah kegiatan yang diinisiasi pemerintah daerah.

Baca juga: Corona bikin batal ke luar negeri? Coba wisata alternatif dalam negeri

Baca juga: Dukung wisata halal, di Kete' Kesu Toraja kini ada masjid


Salah satunya, rencana kegiatan nasional Highland Toraja Festival yang akan diadakan pada Oktober mendatang.

Menurut Reza, dalam penyelenggaraannya, paling dibutuhkan ialah kolaborasi antara komunitas penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat.

"Untuk kegiatan nasional Highland, tentu dibutuhkan semakin banyak ide untuk menginisiasi, mulai dari komunitas maupun dari pemerintah daerah, karena prinsipnya sama. Geliatkan pariwisata tanpa mengabaikan protokol kesehatan," ujarnya.

Toraja Highland Festival merupakan inisiasi Pemerintah Daerah Toraja Utara yang akan mengumpulkan pelaku UMKM setempat serta menggelar beberapa kompetisi kesenian khas Toraja guna menggiatkan ekonomi dan pariwisata.

Sebelumnya, Toraja Highland Festival direncanakan akan digelar pada 20-26 September 2021, namun harus diundur ke tanggal 4-10 Oktober mendatang yang akan digelar di kawasan Kete Ketsu, Torut, Sulsel.

"Ini untuk mencocokkan jadwal Menteri Sandiaga karena Kemenparekraf ikut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari geliat kepariwisataan di masa pandemi. Kemungkinan dari sini, akan diberikan apresiasi kepada desa wisata di Sulsel," kata Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Rahmaniar Malik.*

Baca juga: Lima surga wisata Indonesia yang patut dikunjungi

Baca juga: Toraja disebut sebagai aset dunia, bakal jadi destinasi wisata terbaik
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021