BRIN kukuhkan tiga profesor riset

BRIN kukuhkan tiga profesor riset

Pengukuhan tiga Profesor Riset di Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (ANTARA/HO-Humas BRIN)

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengukuhkan tiga profesor riset di lingkungan instansi itu.

"Kepada seluruh civitas BRIN, menyambut suasana riset dan inovasi yang baru pascaintegrasi ini saya berharap semua dapat lebih terbuka berinteraksi di internal BRIN, antarorganisasi riset, dengan para mitra dan semua pemangku kepentingan," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Tiga profesor riset tersebut adalah Dr. Irhan Febjianto, M.Eng bidang konversi energi, Dr. Ir. Iwan Gunawan Tejakusuma, M.Sc bidang geologi lingkungan, dan Dr. Ir Nurmahmudi, M.Sc bidang teknologi pascapanen.

Handoko berharap pengukuhan profesor riset perdana di lingkungan BRIN pascaintegrasi pada 1 September 2021 menjadi energi baru dalam menguatkan lembaga BRIN.

Baca juga: BRIN kerja sama training of trainer dengan Korea Selatan

Para profesor riset yang baru saja dikukuhkan itu diharapkan dapat meningkatkan kiprahnya dalam melaksanakan kegiatan riset dan inovasi di BRIN, dan terus melahirkan karya-karya invensi dan inovasi baru untuk memperkuat riset dan inovasi di lembaga itu dalam rangka mencari solusi persoalan bangsa.

Dengan kerja sama tim di dalam BRIN dan jejaring yang lebih luas, Handoko mengatakan para periset diharapkan bisa melaksanakan riset dan inovasi yang lebih baik dengan kuantitas lebih banyak, dan lebih berkualitas.

Ia menuturkan sesuai dengan regulasi yang berlaku saat ini yakni Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang BRIN, yang dimaksud riset adalah representasi dari aktivitas penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) secara keseluruhan. Sedangkan inovasi adalah outcome dari aktivitas riset yang menghasilkan output invensi.

"Jadi diharapkan kita tidak hanya berhenti pada invensi tetapi bersama-sama kita mendorong invensi menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, negara, dan ekonomi negara," ujar Kepala BRIN.

Baca juga: BRIN: Infrastruktur iptek nuklir Indonesia terbuka untuk global
Baca juga: BRIN lakukan revitalisasi dan peningkatan infrastruktur iptek nuklir
Baca juga: BRIN bentuk belasan organisasi riset dan ratusan pusat riset
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021