Kreator lokal Bandung ciptakan kotak pintar multifungsi

Kreator lokal Bandung ciptakan kotak pintar multifungsi

Seorang kreator lokal Bandung, Jawa Barat, Amel Ameda berhasil menciptakan sebuah produk kreatif yang dia beri nama "smart box" (kotak pintar) berukuran sekitar 2 meter x 1,5 meter berbahan akrilik dan papan kayu multifungsi yang tepat digunakan oleh warga di saat pandemi COVID-19. ANTARA/Ajat Sudrajat/am.

Bandung (ANTARA) - Seorang kreator lokal Bandung, Jawa Barat, Amel Ameda berhasil menciptakan sebuah produk kreatif yang dia beri nama "smart box" (kotak pintar) berukuran sekitar 2 meter x 1,5 meter berbahan akrilik dan papan kayu multifungsi yang tepat digunakan oleh warga di saat pandemi COVID-19.

Beragam fasilitas tersedia di dalam kotak pintar ini mulai dari wifi, perangkat komputer, sound system, pencahayaan, peredam suara, pendingin ruangan atau mini cooler, exhaust, hingga aroma terapi yang praktis membuat penggunanya bakal merasa sangat nyaman.

"Selama pandemi ini banyak orang tua dan anak anak yang stres. Bapak ibunya harus WFH atau work from home dan anak-anaknya harus belajar online di rumah. Mereka butuh suasana yang nyaman," kata Amel di workshop-nya di Jalan Ir H Djuanda Nomor 106, Kota Bandung., Kamis.

Amel menuturkan mulai dari riset hingga proses produksi, ia dan timnya butuh waktu sekitar delapan bulan untuk mewujudkan smart box ini.

Menurut dia riset cukup panjang agar produk kreatifnya ini benar-benar bisa memberikan rasa nyaman bagi penggunanya, baik orang dewasa maupun anak-anak sekalipun.

Baca juga: Sentra Kreasi Atensi bantu penyandang disabilitas berwirausaha

"Jadi kami ingin menghadirkan sebuah ruangan khusus, jadi orang tua bisa lebih fokus saat WFH, anak-anak pun lebih konsentrasi saat belajar online, jadi punya waktu dan ruang untuk mereka sendiri," katanya.

Bahkan, lanjut Amel, dia pun sengaja menciptakan smart box khusus yang bisa digunakan sebagai sarana hiburan, seperti berkaraoke atau bermain game, hingga podcast. Dengan dukungan sound system yang mumpuni, smart box ini mampu menghasilkan suara yang berkualitas.

"Smart box ini juga kedap suara, jadi saat main game atau bernyanyi, mereka tidak akan mengganggu dan terganggu oleh anggota keluarga lainnya di rumah, mereka bisa tetap have fun dan enjoy," tutur Amel.

Tidak hanya itu, pemilik brand I Play ini juga mengatakan, dengan tata lampu dan pencahayaan yang keren, pengguna smart box ini bakal mendapatkan suasana yang berbeda. Ketika tengah online, kata Amel, pengguna smart box bisa mengubah tampilan background-nya, sehingga akan terlihat lebih menarik oleh orang lain.

"Ambiance-nya lebih menarik karena lampu background-nya pun bisa berubah-ubah," ujar Amel.

Disinggung soal harga, Amel mengatakan bahwa produk kreatifnya itu dijual mulai harga Rp10 juta. Harga akan menyesuaikan manakala pemesan menginginkan fasilitas lain sesuai yang dibutuhkannya.

Baca juga: Mahasiswa FTUI ciptakan produk pasta gigi

"Selain yang sudah ready stock, kita juga menerima pemesanan custom sesuai keinginan konsumen," imbuh Amel seraya mengatakan bahwa dia pun menyiapkan smart box yang bisa digunakan dengan sistem sewa.

Lebih lanjut Amel mengatakan untuk ke depannya ia berencana menciptakan smart box berukuran lebih besar yang bisa digunakan untuk isolasi mandiri (isoman), tentunya dengan dukungan beragam fasilitas layaknya kamar yang kerap digunakan warga yang tengah menjalani isoman.

"Ke depan smart box isoman ini bisa ditempatkan di taman misalnya, jadi tidak harus tinggal berjauhan dengan anggota keluarga lainnya," kata Amel.

Sementara itu, konsumen smart box, Fathur Rocks mengaku terkesima melihat smart box tersebut.

Fathur merasakan suasana yang sangat berbeda ketika berada di dalam smart box dan fasilitas lengkapnya pun membuat dia merasa sangat nyaman.

"Saya tahu dari teman kalau ada produk smart box di Bandung. Benar saja, smart box ini memang bisa bikin kita nyaman karena fasilitas yang tersedia di dalamnya sangat lengkap. Setahu saya, smart box seperti ini baru ada pertama kali di Bandung, bahkan di Indonesia," kata dia.
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021